Berita Balikpapan Terkini
833 Kasus dan 21 Kematian, Penyakit TBC Mengintai Warga Balikpapan Kaltim
Sebanyak 833 kasus tuberkulosis (TBC) dan 21 kematian tercatat di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur hingga April 2025.
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Miftah Aulia Anggraini
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Sebanyak 833 kasus tuberkulosis (TBC) dan 21 kematian tercatat di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur hingga April 2025.
Data ini memicu perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan yang kini fokus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan penyakit menular tersebut.
Penyakit TBC yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang nyata.
Tingkat penularannya yang tinggi, terutama dari pasien aktif ke orang di sekitarnya, membuat TBC menempati prioritas utama dalam agenda kesehatan kota.
Baca juga: Kaltim Peringkat ke-17 TBC Terbanyak di Indonesia
"Catatan kasus penyakit yang saat ini menjadi prioritas kami adalah fokus pada pencegahan penyakit menular TBC, dengan memutus rantai penularannya," ujar Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, kepada TribunKaltim.co, Minggu (1/6/2025).
DKK Balikpapan menempuh berbagai strategi mulai dari penguatan survei, deteksi dini, hingga peningkatan akses pengobatan.
Edukasi kepada masyarakat juga digencarkan, terutama terkait pentingnya pengobatan yang tuntas dan pola hidup bersih serta sehat.
"Salah satu penyebabnya itu pola hidup, misalnya merokok. Karena pasien TBC aktif dapat menularkan penyakit ke beberapa orang, belum lagi keluarga yang merawat juga berisiko menularkan penyakit," ulas Alwi.
Baca juga: Kaltim tak Masuk Daerah Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates
Ia menekankan, peningkatan kasus masih bisa terjadi, khususnya jika masyarakat belum sepenuhnya sadar akan pentingnya perilaku hidup sehat.
Pemerintah pun mengantisipasi dengan memperluas intervensi kesehatan dan mengajak warga lebih aktif memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
"Pada umumnya pasien TBC itu berobat selama sembilan bulan, tapi ada yang gagal karena mereka bosan minum obat dan akhirnya malah tambah parah. Padahal jika berobat rutin sesuai anjuran dokter, pasti bisa sembuh," pungkasnya. (*)
Tuberculosis (TBC)
DKK Balikpapan
Kepala DKK Balikpapan
Alwiati
Kota Balikpapan
Kalimantan Timur
TribunKaltim.co
| 3 Strategi PDAM Balikpapan Hadapi Tantangan Krisis Air, Desalinasi Air Laut Belum Jadi Prioritas |
|
|---|
| Pariwisata Terjepit Tiket Mahal, Kemenpar Andalkan Kekuatan Konten Digital |
|
|---|
| Pengurus POGI Kaltim 2025–2028 Dilantik di IKN, Fokus Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi |
|
|---|
| Eagan Ferdian dan Rr Amanda Aprilia Raih Putra dan Putri Duta Wisata Manuntung Balikpapan |
|
|---|
| Grand Final Duta Wisata Manuntung 2026 Digelar, Walikota Harap Generasi Muda Promosikan Balikpapan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240820_DKK-Balikpapan-Alwiati.jpg)