Senin, 20 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

833 Kasus dan 21 Kematian, Penyakit TBC Mengintai Warga Balikpapan Kaltim

Sebanyak 833 kasus tuberkulosis (TBC) dan 21 kematian tercatat di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur hingga April 2025. 

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
TBC DI BALIKPAPAN - Kepala DKK Balikpapan, Alwiati. Ia mengatakan, sebanyak 833 kasus tuberkulosis (TBC) dan 21 kematian tercatat di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur hingga April 2025. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Sebanyak 833 kasus tuberkulosis (TBC) dan 21 kematian tercatat di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur hingga April 2025. 

Data ini memicu perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan yang kini fokus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan penyakit menular tersebut.

Penyakit TBC yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang nyata.

Tingkat penularannya yang tinggi, terutama dari pasien aktif ke orang di sekitarnya, membuat TBC menempati prioritas utama dalam agenda kesehatan kota.

Baca juga: Kaltim Peringkat ke-17 TBC Terbanyak di Indonesia

"Catatan kasus penyakit yang saat ini menjadi prioritas kami adalah fokus pada pencegahan penyakit menular TBC, dengan memutus rantai penularannya," ujar Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, kepada TribunKaltim.co, Minggu (1/6/2025).

DKK Balikpapan menempuh berbagai strategi mulai dari penguatan survei, deteksi dini, hingga peningkatan akses pengobatan.

Edukasi kepada masyarakat juga digencarkan, terutama terkait pentingnya pengobatan yang tuntas dan pola hidup bersih serta sehat.

"Salah satu penyebabnya itu pola hidup, misalnya merokok. Karena pasien TBC aktif dapat menularkan penyakit ke beberapa orang, belum lagi keluarga yang merawat juga berisiko menularkan penyakit," ulas Alwi.

Baca juga: Kaltim tak Masuk Daerah Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates

Ia menekankan, peningkatan kasus masih bisa terjadi, khususnya jika masyarakat belum sepenuhnya sadar akan pentingnya perilaku hidup sehat.

Pemerintah pun mengantisipasi dengan memperluas intervensi kesehatan dan mengajak warga lebih aktif memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

"Pada umumnya pasien TBC itu berobat selama sembilan bulan, tapi ada yang gagal karena mereka bosan minum obat dan akhirnya malah tambah parah. Padahal jika berobat rutin sesuai anjuran dokter, pasti bisa sembuh," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved