Berita Samarinda Terkini
Dishub Samarinda Usulkan Pengadaan Bus Sekolah, Larangan Bawa Kendaraan Bagi Siswa Segera Diterapkan
Bus sekolah ini sebagai upaya untuk menekan angka kecelakaan lalulintas yang menimpa siswa yang masih membawa kendaraan sendiri
Penulis: Mir | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Dinas Perhubungan Samarinda sedang mengusulkan pengadaan bus sekolah.
Bus sekolah ini sebagai upaya untuk menekan angka kecelakaan lalulintas yang menimpa siswa yang masih membawa kendaraan sendiri.
Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan, juga lama merumuskan solusi jangka panjang dengan mengusulkan pengadaan bus sekolah kepada Pemkot Samarinda.
Ia menyebut, usulan tersebut tinggal menunggu realisasi dari pemerintah kota.
Uji coba pengadaan bus pelajar direncanakan akan dilakukan terlebih dahulu di kawasan sekolah unggulan di Loa Bakung.
Sementara untuk sekolah lainnya, Dishub mendorong pemanfaatan angkutan umum massal berbasis BRT.
Baca juga: Pemkot Samarinda akan Siapkan Bus Sekolah Mulai 2026, Prioritaskan Sekolah Terpadu
Meski program ini belum seluruhnya terakomodasi, Dishub berharap sementara ini para orang tua berperan aktif dalam mengantar jemput anak-anak ke sekolah.
"Saat ini memang belum terakomodir. Sementara diupayakan harapannya orang tua juga mau mengantarkan anak-anak,” pungkasnya.
Manalu mengatakan, untuk menekan angka kecelakaan bagi pelajar juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 500.11.1/0826/100.05 tentang larangan penggunaan kendaraan roda dua bagi pelajar.
Ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan dan pemerintah harus hadir melakukan mitigasi secara konkret.
"Dan ini kan tidak bisa kita biarkan, kita harus melakukan mitigasi-mitigasi. Mitigasi itu bagaimana pemerintah hadir dalam mengawasi ini. Makanya sebelumnya juga kita undang rapat di akhir April dan kita undang Disdik kota," ujar Manalu (1/6).
Berdasarkan pertemuan tersebut, Dishub meminta agar surat edaran segera disampaikan oleh Dinas Pendidikan kepada seluruh sekolah di bawah kewenangannya.
Langkah ini, kata Manalu, sebagai bentuk penguatan komunikasi antar-instansi agar aturan dapat benar-benar diterapkan di lapangan.
"Karena tidak bisa kita biarkan, korban itu adalah para pelajar yang masa depan bangsa ini. Kalau dibiarkan terus, kalau misalnya dia kecelakaan dan kemudian sakit atau bahkan hingga menyebabkan cacat, akhirnya menjadi beban bagi dirinya,” ungkap Manalu.
Dishub bersama Satlantas pun memberikan masa sosialisasi selama satu bulan. Setelah itu, tim gabungan akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan penegakan hukum.
Manalu juga menegaskan bahwa razia akan menyasar pelajar yang mengendarai motor tanpa SIM. Koordinasi dengan kepala sekolah akan dilakukan langsung saat pelaksanaan razia.
"Artinya ini sasarannya SMP dan SMA. Kadang-kadang SMA kan ada juga yang masih usia 15 tahun,” ujar Manalu.
Ia juga menyampaikan pesan keras kepada para orang tua untuk lebih bertanggung jawab terhadap keselamatan anak-anak mereka.
Baca juga: Wakil Bupati Berau Gamalis Sebut Kehadiran Bus Sekolah Jadi Program Prioritas Utama
Sehingga Kadishub Samarinda ini meminta agar para orang tua mengantar dan menjemput anaknya tanpa membiarkan mereka membawa kendaraan sendiri.
"Kalau kita kasihan, mungkin ada berpikir rasa sayang kepada anak saya membelikan sepeda motor. Itu bukan sayang, tapi memberikan peluang kepada anak-anaknya untuk ikut masuk terlibat dalam kecelakaan lalin,” tegasnya.
Kepada para kepala sekolah, ia mengingatkan untuk bersikap tegas, mengingat padatnya lalu lintas di jam masuk dan pulang sekolah, yang juga dipicu oleh maraknya penggunaan motor oleh pelajar.
"Bayangkan saja dengan kapasitas jalan yang tetap begini tidak bisa ditambah lagi, penuh semua ruang jalannya,” kata dia. (SINTYA ALFATIKA SARI)
| Puluhan 'Sniper' Jaga Kampung Narkoba Samarinda, Polri Tangkap 13 Orang, Bandar Masih Diburu |
|
|---|
| Cek Daftar Terbaru Harga Sembako di Pasar Segiri Samarinda, Komoditas Ini Naik Paling Tinggi |
|
|---|
| Terganjal Aturan Sewa Lahan Pemprov Kaltim, 6 Koperasi Merah Putih di Samarinda Belum Bisa Dibangun |
|
|---|
| Pemprov Kaltim Resmi Ambil Alih Mall Lembuswana, DPRD Pastikan Tenant Tetap Aman |
|
|---|
| 19 Motor Milik Pelajar Diamankan Polresta Samarinda Saat Asyik Balap Liar Sabtu Dini Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240122_Bus-Sekolah-di-Kukar-Muara-Jawa.jpg)