Liga Italia
Allegri Kembali ke AC Milan: Pilihan Tepat atau Makin Memperburuk Rossoneri? Ini Analisanya
Dalam upaya menebus musim yang mengecewakan, AC Milan bergerak cepat dengan mengumumkan kembalinya Massimiliano Allegri sebagai pelatih kepala
TRIBUNKALTIM.CO - Dalam upaya menebus musim yang mengecewakan, AC Milan bergerak cepat dengan mengumumkan kembalinya Massimiliano Allegri sebagai pelatih kepala, menandai periode keduanya bersama Rossoneri.
Allegri menjadi pelatih keempat yang duduk di bangku AC Milan hanya dalam kurun 12 bulan terakhir, mencerminkan ketidakstabilan manajerial yang ironis bagi klub yang menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian finansial dan keberlanjutan.
Ini tentu bukan “perputaran” yang dibayangkan oleh manajemen AC Milan yang dipimpin Giorgio Furlani.
Namun, penunjukan Allegri justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban.
Baca juga: Update Transfer Liga Italia, AC Milan Punya Kans Datangkan Dusan Vlahovic
Baca juga: Daftar Klub Liga Italia yang Punya Pelatih Baru: Chivu ke Inter Milan, Lazio hingga AC Milan CLBK
Pelatih yang akan menginjak usia 58 tahun itu kini kembali ke AC Milan yang jauh berbeda dari skuat yang ia bawa meraih Scudetto pada 2010–11.
Saat itu, AC Milan diperkuat bek-bek elite dan Zlatan Ibrahimovic dalam masa kejayaannya.
Kini, AC Milan memiliki skuad yang penuh lubang. terutama di lini belakang dan serangan, yang menjadi tantangan langsung bagi Allegri, pelatih yang dikenal dengan filosofi kedisiplinan, soliditas pertahanan, dan kerja keras para penyerangnya.
Pragmatis di Atas Estetika
Allegri dikenal sebagai seorang pragmatis.
Ia bukan penganut paham taktik tertentu, melainkan lebih mengedepankan struktur, keseimbangan, dan efisiensi.
Ia membangun tim dari lini belakang yang kokoh, lini tengah yang rapat, dan mengandalkan kecemerlangan individu untuk menciptakan peluang, bukan lewat skema yang rumit.
Ironisnya, AC Milan justru tengah dalam proses melepas salah satu playmaker terbaik mereka, Tijjani Reijnders, dan sejauh ini belum ada pengganti sepadan yang muncul dalam rumor maupun berita resmi.
Baca juga: Bursa Transfer Liga Italia: Kim Min Jae Menuju AC Milan, Bayern Munchen Ingin Lepas Permanen
Mengharapkan Allegri menambal kekosongan ini dengan sihir taktik tampaknya berlebihan, gaya Allegri bukanlah untuk mencipta dari ketiadaan.
Kabarnya, Allegri dijanjikan bonus jika berhasil finis di empat besar.
Mengingat AC Milan hanya bermain sekali seminggu musim depan, tanpa kompetisi Eropa, target tersebut terdengar terlalu sederhana, bahkan terkesan pesimis.
Untuk klub sebesar AC Milan, dengan kalender yang longgar, tidak mengincar gelar juara justru merupakan kegagalan.
Hasil Liga Italia Tadi Malam Pertandingan Lecce vs AC Milan, Skor Akhir 0-2 |
![]() |
---|
Prediksi Skor Lecce vs AC Milan di Liga Italia Serie A Lengkap H2H dan Susunan Pemain |
![]() |
---|
Gagal Lulus Tes Medis, Victor Boniface Batal Pindah ke AC Milan |
![]() |
---|
Menanti Amuk AC Milan di Markas Lecce, Pelampiasan Rossoneri Buktikan Diri Sebagai Favorit Juara |
![]() |
---|
Klasemen dan Hasil Liga Italia: Lazio Tumbang di Kandang Como, Juventus Susul Napoli di Papan Atas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.