Senin, 18 Mei 2026

Fenomena Alam

Fenomena Strawberry Moon 2025 di Indonesia, Jam Berapa Muncul dan Kenapa Disebut Bulan Stroberi?

Untuk tahun ini, Strawberry Moon 2025 diprediksi akan mencapai puncaknya pada Rabu, 11 Juni 2025, pukul 12.42 WIB.

Tayang:
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Nisa Zakiyah
eonline.com
STRAWBERRY MOON 2025 - Penampakan fenomena alam Strawberry Moon atau bulan stoberi yang diambil melalui tangkapan layar situs eonline.com pada hari Rabu (11/6/2025). Untuk tahun ini, Strawberry Moon 2025 diprediksi akan mencapai puncaknya pada Rabu, 11 Juni 2025, pukul 12.42 WIB. 

TRIBUNKALTIM.CO - Tahun ini, Strawberry Moon 2025 kembali menyapa, dan antusiasme para pengamat langit di Indonesia pun mulai memuncak.

Meskipun namanya berasal dari tradisi kuno suku asli Amerika yang menandai musim panen stroberi, keindahan bulan purnama di bulan Juni tak pernah gagal memukau. 

Strawberry Moon akan bersinar paling terang, menjadi objek langit yang paling menonjol setelah matahari. 

Jadi, jam berapa tepatnya kita bisa mengamati puncak keindahan Strawberry Moon 2025 dari berbagai wilayah di Indonesia?

Mari kita selami lebih lanjut mengenai waktu terbaik mengamati fenomena langit yang menawan ini.

Apa Itu Strawberry Moon?

Menurut BBC Sky at Night Magazine, nama Strawberry Moon berasal dari suku-suku asli Amerika Utara, khususnya suku Algonquin.

Penamaan ini diberikan karena bulan purnama di bulan Juni bertepatan dengan musim panen stroberi yang singkat di wilayah tersebut.

Ini adalah indikator waktu bagi mereka untuk mulai memanen buah beri.

Sementara, menurut laporan dari BBC, nama ini adalah cara bagi masyarakat adat untuk menandai waktu, sesuai dengan fenomena alam atau kegiatan pertanian yang terjadi pada periode tersebut. 

Selain Strawberry Moon, bulan purnama Juni juga dikenal dengan nama lain seperti Rose Moon di Eropa (karena bunga mawar bermekaran), atau Hot Moon yang merujuk pada mulainya cuaca hangat.

The New York Times juga menegaskan hal serupa, menyatakan bahwa Strawberry Moon adalah nama tradisional yang diberikan oleh suku-suku asli Amerika, seperti Algonquin, untuk bulan purnama di bulan Juni karena menandai musim panen stroberi liar yang singkat.

Jadi, jangan berharap melihat bulan berwarna merah muda yang mencolok, melainkan bulan purnama biasa yang indah, mungkin dengan sedikit nuansa keemasan atau oranye saat terbit di ufuk.

Mengapa Disebut Bulan Stroberi?

Dikutip dari abcnews.go.com, menurut Old Farmer's Almanac, yang mulai menerbitkan nama-nama bulan purnama pada tahun 1930-an, beberapa suku asli Amerika menyebut bulan purnama bulan Juni sebagai "bulan stroberi" untuk menandai musim panen stroberi yang pendek namun manis.

Nama alternatif dari tradisi Eropa kuno adalah "bulan madu," karena madu sering dipanen sekitar waktu yang sama di akhir Juni, catat NASA. 

Ini mungkin salah satu alasan mengapa istilah "bulan madu" dikaitkan dengan pernikahan yang secara tradisional diadakan selama bulan ini.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved