Breaking News
Kamis, 30 April 2026

Berita Kukar Terkini

Kukar Siapkan Program untuk Penuhi Kebutuhan Dokter Spesialis, Prioritaskan Dokter Gigi dan Anak

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/PATRICK VALLERY SIANTURI
PROGRAM ONGOING KUKAR - Sekda kukar menyebutkan pemkab kukat terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, melalui program "ongoing". Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kukar untuk memperkuat sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah, terlebih dalam menyongsong tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. (TRIBUNKALTIM.CO/PATRICK VALLERY SIANTURI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, melalui penyusunan roadmap pendidikan dan program rekrutmen strategis. 

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, di tengah agenda lanjutan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Sunggono menjelaskan bahwa roadmap kebutuhan dokter di Kukar kini telah disusun secara terencana dari tahun ke tahun.

Pemerintah daerah telah memetakan jumlah tenaga kesehatan yang akan disekolahkan mulai 2025, 2026, dan seterusnya, termasuk kategori dokter spesialis hingga konsultan.

“Kita sudah buat perencanaan yang rinci. Tahun 2025 berapa yang akan disekolahkan, 2026 berapa dokter spesialis, dan akan berlanjut sampai tahun-tahun berikutnya. Ini semua berdasarkan analisis kebutuhan dari rumah sakit dan puskesmas yang ada,” terang Sunggono, Rabu(11/6/2025).

Baca juga: Pemkab Kukar Siap Dukung Pembentukan Wilayah IKN

Selain perencanaan jangka panjang, Kukar juga menjalankan program jangka pendek bernama “ongoing”.

Program ini menyasar mahasiswa kedokteran tingkat akhir atau tengah di perguruan tinggi seperti UGM dan Undip, yang belum menentukan tempat pengabdian setelah lulus.

“Melalui program ongoing, kita membuka peluang kerja bagi mahasiswa kedokteran yang belum tahu akan bekerja di mana setelah lulus. Kukar siap menampung dan bahkan membiayai sisa pendidikan mereka, baik untuk dokter umum maupun spesialis, dengan komitmen bahwa setelah lulus mereka harus mengabdi di Kukar,” jelasnya.

Program ini, menurut Sunggono, mendapat respon positif dari pihak kampus. Bahkan, pihak Undip telah menawarkan fasilitasi audiensi langsung dengan para mahasiswa kedokteran yang potensial untuk direkrut melalui skema tersebut.

Adapun jenis dokter yang paling dibutuhkan saat ini adalah dokter gigi dan dokter spesialis anak. Berdasarkan hasil analisis dan masukan dari para direktur rumah sakit di Kukar, saat ini masih dibutuhkan sedikitnya 35 dokter spesialis, termasuk dokter spesialis konsultan.

Baca juga: Pemkab Kukar Siapkan Pelatihan Bersertifikat untuk Pengurus Koperasi Merah Putih

“Angka ini termasuk kebutuhan di rumah sakit yang ada di wilayah Muara Badak, dan ini disampaikan langsung oleh para direktur rumah sakit seperti RS Samboja, RS Dayaku Raja, dan RS AM Parikesit,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari strategi pemenuhan tenaga medis, Pemkab Kukar juga telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Ke depan, agenda kerja sama serupa akan dilanjutkan dengan Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Indonesia (UI).

“Dengan langkah ini, kita ingin memastikan Kukar tidak hanya memiliki fasilitas kesehatan yang baik, tetapi juga didukung oleh SDM yang memadai, berkualitas, dan merata,” tegas Sunggono. (*)

Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved