Banjir di Berau
Banjir jadi Ancaman Bagi Berau, BPBD Belum Punya Alat Pengukur Debit Air
BPBD Berau belum memiliki alat pengukur debit air di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau belum memiliki alat pengukur debit air di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Apalagi di tahun ini banjir yang sering datang secara tiba-tiba tanpa pertanda menjadi catatan serius Pemerintah Kabupaten Berau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Berau, Nofian Hidayat Early Warning System (EWS) diperlukan untuk mengukur ketinggian air di hulu Sungai Kelay dan Segah.
Alat tersebut memiliki sensitivitas terhadap ketinggian air di hulu sungai yang dapat memberi informasi secara real time kepada warga yang bermukim di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) terkait potensi luapan air.
Baca juga: Petugas BPBD Berau Tetap Bertugas saat Lebaran Idul Fitri
Alat tersebut dapat diandalkan saat curah hujan meningkat.
Apalagi, pada akhir tahun nanti sekitaran Oktober, November dan Desember, curah hujan diprediksi akan kembali tinggi.
Nofian mengatakan, pemasangan alat tersebut diupayakan dapat dilakukan dalam waktu dekat ini.
Namun, tetap mengikuti pola sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Alat ini sangat penting, bisa memberikan informasi lebih dini kepada warga,” katanya kepada Tribunkaltim.co, Jumat (13/6/2025).
Belajar dari pengalaman banjir setinggi 4 meter sampai 7 meter dari dasar sungai yang terjadi di Kampung Long Ayap dan Long Laai, Kecamatan Segah, kawasan yang berada di hulu harus mendapatkan mitigasi alat pendeteksi banjir.
Baca juga: Solusi Bupati Sri Juniarsih dalam Atasi Banjir di Berau Kaltim, Soroti Posisi Badan Jalan
Kebutuhan tersebut sama dengan alat pendeteksi gempa yang dipasang di kawasan pegunungan aktif di Pulau Jawa dan Sumatera.
“Jadi harus ada alat itu, karena Berau musuhnya saat ini banjir,” katanya.
Dia menyebut, lokasi strategis pemasangan alat tersebut berada di Dusun Long Okeng atau Punan Segah.
Dusun tersebut masuk dalam limpasan air Sungai Segah yang berada lebih hulu dari Kampung Long Ayap.
“Sebenarnya ini masuk kawasan middle (tengah). Tapi akan sangat membantu untuk memberikan informasi terkait banjir,” sebutnya.
| Posko Bencana Permanen di Kampung Rawan Banjir Masuk Prioritas Mitigasi Berau 2026 |
|
|---|
| Sejumlah Rumah di Tumbit Dayak Sambaliung Berau Terdampak Banjir dari Hulu |
|
|---|
| Banjir Terjadi di Wilayah Hulu Berau, Warga Mulai Mengungsi, BPBD Siaga |
|
|---|
| BPBD Berau Mulai Bersiap di Lokasi Banjir di Kecamatan Kelay dan Segah yang Mulai Naik |
|
|---|
| Dampak Banjir di Berau, Akses di Kampung Tanjung Batu Pulau Derawan akan Ditingkatkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250613_Banjir-di-Berau-Kaltim-2025.jpg)