Jumat, 8 Mei 2026

Banjir di Berau

Banjir jadi Ancaman Bagi Berau, BPBD Belum Punya Alat Pengukur Debit Air

BPBD Berau belum memiliki alat pengukur debit air di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. 

Tayang:
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
BANJIR DI BERAU - Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Berau, Nofian Hidayat saat menjelaskan aliran banjir di Berau, Kalimantan Timur. Belajar dari pengalaman banjir setinggi 4 meter sampai 7 meter dari dasar sungai yang terjadi di Kampung Long Ayap dan Long Laai, Kecamatan Segah, kawasan yang berada di hulu harus mendapatkan mitigasi alat pendeteksi banjir. (TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau belum memiliki alat pengukur debit air di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

Apalagi di tahun ini banjir yang sering datang secara tiba-tiba tanpa pertanda menjadi catatan serius Pemerintah Kabupaten Berau.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Berau, Nofian Hidayat Early Warning System (EWS) diperlukan untuk mengukur ketinggian air di hulu Sungai Kelay dan Segah.

Alat tersebut memiliki sensitivitas terhadap ketinggian air di hulu sungai yang dapat memberi informasi secara real time kepada warga yang bermukim di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) terkait potensi luapan air.

Baca juga: Petugas BPBD Berau Tetap Bertugas saat Lebaran Idul Fitri

Alat tersebut dapat diandalkan saat curah hujan meningkat.

Apalagi, pada akhir tahun nanti sekitaran Oktober, November dan Desember, curah hujan diprediksi akan kembali tinggi.

Nofian mengatakan, pemasangan alat tersebut diupayakan dapat dilakukan dalam waktu dekat ini.

Namun, tetap mengikuti pola sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Alat ini sangat penting, bisa memberikan informasi lebih dini kepada warga,” katanya kepada Tribunkaltim.co, Jumat (13/6/2025).

Belajar dari pengalaman banjir setinggi 4 meter sampai 7 meter dari dasar sungai yang terjadi di Kampung Long Ayap dan Long Laai, Kecamatan Segah, kawasan yang berada di hulu harus mendapatkan mitigasi alat pendeteksi banjir.

Baca juga: Solusi Bupati Sri Juniarsih dalam Atasi Banjir di Berau Kaltim, Soroti Posisi Badan Jalan

Kebutuhan tersebut sama dengan alat pendeteksi gempa yang dipasang di kawasan pegunungan aktif di Pulau Jawa dan Sumatera.

“Jadi harus ada alat itu, karena Berau musuhnya saat ini banjir,” katanya.

Dia menyebut, lokasi strategis pemasangan alat tersebut berada di Dusun Long Okeng atau Punan Segah.

Dusun tersebut masuk dalam limpasan air Sungai Segah yang berada lebih hulu dari Kampung Long Ayap.

“Sebenarnya ini masuk kawasan middle (tengah). Tapi akan sangat membantu untuk memberikan informasi terkait banjir,” sebutnya. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved