Minggu, 26 April 2026

Berita Kukar Terkini

8 Manfaat Rumah Anak Sigap Tanoto Foundation bagi Orang Tua dan Anak di Kukar

Rumah Anak Sigap Tanoto Foundation di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, hadir sebagai pusat edukasi komunitas orang tua dan anak.

TRIBUN KALTIM
TUMBUH KEMBANG ANAK - Suasana di Rumah Anak Sigap Desa Ponoragan, Loa Kulu, Kukar. Melalui program ini, Tanoto Foundation berharap dapat meningkatkan kualitas pengasuhan di tingkat keluarga, memperkecil kesenjangan tumbuh kembang, serta mendukung tercapainya sumber daya manusia Indonesia yang unggul di masa depan. (TRIBUNKALTIM.CO / PATRICK VALLERY SIANTURI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Rumah Anak Sigap Tanoto Foundation di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur hadir sebagai pusat edukasi komunitas yang mendampingi orang tua dalam memahami pengasuhan anak usia dini secara tepat.

Melalui pendekatan ramah dan komunikatif, program ini telah memberikan berbagai manfaat langsung bagi masyarakat.

Koordinator Rumah Anak Sigap, Hernawati, menjelaskan bahwa pendekatan personal menjadi kunci utama keberhasilan pendampingan.

Edukasi disampaikan tanpa menyalahkan, melainkan dengan metode penguatan melalui komunikasi positif.

Baca juga: Tanoto Foundation Pantau Tumbuh Kembang Lewat Lewat Rumah Anak Sigap di Loa Kulu Kukar

“Kami tidak menyalahkan, hanya membenarkan. Kami mulai dengan saling kenal dan berbagi. Itu sesuai dengan materi yang kami dapatkan dari Tanoto Foundation,” ujar Hernawati, Selasa (17/6/2025).

Program Rumah Anak Sigap merupakan bagian dari inisiatif SIGAP (Siapkan Generasi Anak Berprestasi) milik Tanoto Foundation yang menitikberatkan pada pengasuhan optimal di masa 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Berikut 8 manfaat keberadaan Rumah Anak Sigap:

1. Edukasi Tumbuh Kembang Anak

Orang tua dibekali pemahaman tentang tahapan perkembangan anak sesuai usia, termasuk keterampilan mengobservasi dan menstimulasi potensi anak.

2. Pendampingan Personal oleh Fasilitator Terlatih

Tiap fasilitator memegang kelompok usia berbeda dan memberikan pendampingan berkelanjutan sesuai kebutuhan anak dan orang tua.

“Setiap fasilitator memegang kelompok usia berbeda, mulai dari 0–6 bulan dan seterusnya. Kami ada lima fasilitator di sini,” kata Hernawati.

Baca juga: Tanoto Foundation Fellowship Program 2025 Dibuka, Cetak Pemimpin Muda untuk Pendidikan Indonesia

3. Pelatihan dan Modul yang Mudah Dipahami

Modul pelatihan disesuaikan dengan bahasa lokal agar pesan edukatif lebih mudah diterima warga.

“Modul yang kami terima juga kami sesuaikan lagi dengan bahasa yang lebih sederhana, bahkan kami gunakan bahasa daerah agar lebih mudah dipahami oleh para ibu di sini,” lanjutnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved