Berita Kutim Terkini

Revitalisasi Taman Bersemi STQ Sangatta Dimulai 2026, DPRD Kutim Jamin Tak Rugikan Pedagang

Rencana revitalisasi Taman Bersemi STQ Sangatta yang akan dilanjutkan pada tahun 2026 dipastikan tidak akan merugikan para pedagang.

TRIBUN KALTIM
REVITALISASI TAMAN BERSEMI - Ketua DPRD Kutim, Jimmi. Ia memastikan bahwa rencana revitalisasi Taman Bersemi STQ Sangatta yang akan dilanjutkan pada tahun 2026 dipastikan tidak akan merugikan para pedagang. (TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS) 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Rencana revitalisasi Taman Bersemi STQ Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur yang akan dilanjutkan pada tahun 2026 dipastikan tidak akan merugikan para pedagang.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, yang merespons langsung kekhawatiran pelapak terkait proses penataan ulang taman.

“DPRD memastikan pelapak tetap punya ruang usaha walaupun ada revitalisasi Taman Bersemi STQ Sangatta,” ujar Jimmi, Kamis (19/6/2025).

Jimmi menambahkan bahwa desain baru Taman Bersemi STQ akan tetap memperhatikan keberadaan pelaku usaha kecil.

Baca juga: Mimpi Taman Bersemi STQ Sangatta jadi Sentra Kuliner

Penataan ini justru diharapkan meningkatkan nilai ekonomi kawasan, sebagaimana taman-taman serupa di Samarinda dan Kutai Kartanegara.

“Pada dasarnya kita mau semuanya tidak terjadi kericuhan atau terganggunya usaha-usaha yang memang positif di situ,” imbuhnya.

Ia juga meminta para pedagang untuk tidak khawatir karena taman ini dirancang menjadi ruang usaha yang lebih tertata, representatif, dan ramah pengunjung, sehingga dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi warga.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur telah mengeluarkan surat edaran yang meminta para pelapak membongkar lapaknya paling lambat 1 Januari 2025 sebagai bagian dari rencana revitalisasi.

Baca juga: Pemeliharaan Taman Para’an Belum Tanggung Jawab Pemkot Samarinda, Ternyata Ini Alasannya

Namun, hingga April 2025, masih ada sejumlah pedagang yang bertahan.

Bahkan, pada 8 April, listrik dan aliran PDAM di kawasan taman sempat diputus, memicu aksi protes dari Forum Pelapak Taman Bersemi STQ Sangatta yang meminta solusi kepada DPRD.

Untuk sementara, pelaksanaan revitalisasi taman masih tertunda, dan dijadwalkan akan dilanjutkan kembali pada tahun 2026.

Penundaan ini diharapkan memberi ruang lebih luas bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk berkoordinasi dan berkolaborasi, demi menciptakan solusi bersama tanpa konflik. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved