Minggu, 19 April 2026

Kesehatan

7 Ciri-ciri Orang yang Terkena Virus Hanta, Kenali Penyebab hingga Cara Mencegahnya

Virus Hanta adalah penyakit yang asalnya dari hewan pengerat alias tikus yang disebarkan lewat kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi. 

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Nisa Zakiyah
TRIBUNKALTIM.CO/NISA ZAKIYAH VIA CANVA
VIRUS HANTA - Desain virus Hanta yang diolah menggunakan aplikasi visual Canva, Senin (23/6/2025). Virus Hanta adalah penyakit yang asalnya dari hewan pengerat alias tikus yang disebarkan lewat kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi. Kenali tujuh ciri-ciri orang yang terkena virus Hanta berikut ini. 

TRIBUNKALTIM.CO - Belakangan ini ramai diperbincangkan terkait kasus virus Hanta yang ditemukan di Indonesia.

Meskipun namanya terdengar asing, namun virus Hanta adalah virus serius yang bisa menyerang manusia.

Sebagai informasi, Virus Hanta adalah penyakit yang asalnya dari hewan pengerat alias tikus. Virus Hanta disebarkan lewat kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi. 

Kalau kotoran atau urine tikus itu mengering dan partikel virusnya terbang di udara, kita bisa menghirupnya dan jadi sakit. Makanya, tempat-tempat yang banyak tikus atau jarang dibersihkan, seperti gudang atau loteng, jadi area yang berisiko tinggi.

Namun sejauh ini virus Hanta hampir tidak pernah menular dari manusia ke manusia.

Dikutip dari situs ayosehat.kemkes.go.id, penyebab virus Hanta adalah virus dari genus Orthohantavirus. Tikus dan celurut menjadi reservoir utama penyakit ini.

Jenis tikus yang terkonfirmasi sebagai reservoir virus Hanta di Indonesia adalah Rattus norvegicus (tikus got) dan  R.tanezumi (tikus rumah).

Jenis tikus lain yang menjadi reservoir adalah R. tiomanicus (tikus belukar), R.exulans (tikus ladang), R. argentiventer (tikus sawah), Mus musculus (mencit rumah), Bandicota indica (tikus wirok), dan Maxomys surifer. 

lihat fotoVIRUS HANTA - Desain virus Hanta yang diolah menggunakan aplikasi visual Canva, Senin (23/6/2025).
VIRUS HANTA - Desain virus Hanta yang diolah menggunakan aplikasi visual Canva, Senin (23/6/2025). 

Jenis tikus yang terkonfirmasi sebagai reservoir virus Hanta di Indonesia adalah Rattus norvegicus (tikus got) dan  R.tanezumi (tikus rumah), R. tiomanicus (tikus belukar), R.exulans (tikus ladang), R. argentiventer (tikus sawah), Mus musculus (mencit rumah), Bandicota indica (tikus wirok), dan Maxomys surifer. 

Sementara itu, keberadaan dan sebaran Orthohantavirus pada reservoir di Indonesia telah dilaporkan di berbagai wilayah dan habitat di Indonesia.

Tikus yang terkonfirmasi sebagai reservoir virus Hanta merupakan jenis tikus yang dapat ditemukan di lingkungan rumah, sawah, ladang, hingga hutan.

Adapun penularan penyakit terjadi melalui kontak langsung dengan reservoir utama, ekskresinya (saliva, urin, feses) yang mengenai kulit yang luka atau membrane mukosa pada mata, mulut, dan hidung, maupun secara aerosol (debu atau partikel halus yang terkontaminasi).

Kasus penyakit virus Hanta pada manusia masih belum banyak diketahui di Indonesia.

Penyakit virus Hanta sendiri menyebabkan dua macam gejala klinis, yaitu Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Tipe HFRS tersebar luas di dunia, terutama di wilayah Eropa dan Asia, dengan masa inkubasi 1-2 minggu dan angka kematian 5-15 persen, sedangkan tipe HPS hanya ditemukan di Benua Amerika, dengan masa inkubasi berkisar 14 – 17 hari dan angka kematian 60 persen .

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved