Berita Kaltim Terkini

RSKD Balikpapan Raih Proper Emas, Penghargaan Tertinggi dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan kembali meraih Proper Emas yang ketiga kalinya dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Penulis: Ardiana | Editor: Nur Pratama
TribunKaltim.co/Ardiana Kinan
RSKD BALIKPAPAN - Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan kembali meraih Proper Emas yang ketiga kalinya dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Rabu (25/6/2025). (TribunKaltim.co/Ardiana Kinan) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan kembali meraih Proper Emas yang ketiga kalinya dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Tak ayal, rumah sakit di kawasan jalan MT Haryono, Batu Ampar, Balikpapan Utara telah menorehkan prestasi serupa sejak 2023 hingga 2025. 

Untuk diketahui, Proper Emas merupakan penghargaan tertinggi dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. 

Baca juga: DPRD Balikpapan Dorong Penerapan Sistem Angkutan Berbasis Layanan

Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan dan Limbah RSKD, Gusti Erwin Setyadi Rakhman mengatakan, prestasi di tahun ini menjadikan RSKD sebagai satu-satunya rumah sakit di Kalimantan Timur yang berhasil mempertahankan predikat tertinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Sehingga, menurutnya, proper emas yang diraih RSKD mencerminkan komitmen kuatnya dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan dan inovatif.

"Kami bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Namun, yang paling penting bukan sekadar mendapatkan Proper Emas, melainkan bagaimana kami mampu mempertahankannya tiga tahun berturut-turut. Itu tantangan yang jauh lebih besar," jelasnya, Rabu (25/6/2025). 

Bahkan, RSKD saat ini juga menjadi rujukan studi tiru dari sejumlah rumah sakit.  Diantaranya, RSUD AWS Samarinda, RS Penajam Paser Utara, RSUD Parikesit dan lainnya. 

"Mereka datang untuk belajar sistem pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan secara komprehensif di RSKD," tambahnya.

Ia juga membeberkan, terdapat sejumlah inovasi RSKD dalam pengelolaan lingkungan hidup

Mulai dari pengelolaan limbah RSKD dengan penggunaan lampu LED hemat energi dan panel surya (solar cell) sebagai sumber energi alternatif. Selain itu, kebutuhan operasional seperti generator listrik telah beralih menggunakan gas yang jauh lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, RSKD juga menerapkan sistem terintegrasi ketat dan berbasis parameter kualitas dalam pengelolaan limbah. 

Limbah medis yang terkontaminasi, akan dibakar sesuai standar kesehatan. Sedangkan limbah medis tak terkontaminasi didaur ulang menjadi produk bermanfaat seperti paving block maupun pot tanaman.

Tak cukup sampai disitu, limbah non-medis juga dimanfaatkan melalui proses pembuatan ecoenzym kemudian digunakan sebagai pencuci buah dan sayuran hingga menjadi starter untuk pengolahan air limbah. 

Dengan begitu, langkah ini tidak hanya mengurangi beban limbah, tapi juga menambah nilai guna bagi masyarakat.

"Kami ingin menunjukkan bahwa limbah bukan akhir dari proses, melainkan bisa menjadi awal dari manfaat baru," pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved