Berita Nasional Terkini
Sultan Fatoni Warga Samarinda Berhasil Dievakuasi dari Iran, Tempuh 6 Hari Perjalanan
Sultan Fatoni warga Samarinda, Kalimantan Timur berhasil dievakuasi dari Iran dengan menempuh enam hari perjalanan.
TRIBUNKALTIM.CO - Sultan Fatoni warga Samarinda, Kalimantan Timur berhasil dievakuasi dari Iran dengan menempuh enam hari perjalanan.
Sultan Fatoni, warga Samarinda jadi salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang berhasil dievakuasi pemerintah saat perang Iran-Israel berlangsung.
Sultan Fatoni sudah tiba di Jakarta, pada Selasa (24/6/2025).
Ia pun menceritakan pengalamannya dievakuasi dari wilayah konflik.
Baca juga: Update Perang Iran vs Israel Terbaru 2025, Kemlu Evakuasi 101 WNI Lewat Jalur Darat
Fatoni tiba bersama keluarganya dan sejumlah WNI lainnya di Terminal 3 Bandara Soetta, pada Selasa (24/6/2025) setelah menempuh perjalanan udara selama 11 jam dengan menumpang pesawat Turkish Airlines.
Sultan, yang telah tinggal di Kota Masyhad selama 3,5 tahun, mengaku lelah setelah melakukan perjalanan evakuasi selama enam hari.
"Saya Sultan Fatoni dari Samarinda, tinggal di Kota Mashad, Iran. Kami sudah dari Kamis dalam perjalanan dari Iran, jadi sudah 6 hari, agak capek," ujarnya saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (23/4/2024).
Sultan mengungkapkan, proses evakuasi dilakukan bersama mahasiswa Indonesia lainnya, termasuk anak dan istrinya.
"Dievakuasi bersama mahasiswa lain, sama anak dan istri," katanya.
Selama tinggal di Iran, ini adalah pertama kalinya ia menghadapi situasi konflik seperti ini.
"Belum pernah (mengalami konflik serupa). Saya di sana sudah 3,5 tahun," ujarnya.
Meskipun Kota Masyhad relatif aman karena berada di Iran bagian Timur, Sultan mengungkapkan bahwa dua kota lain sempat mendapat serangan setelah ia meninggalkan Iran.
"Karena kami berangkat sejak Kamis, pas Kamis beberapa kota masih kelihatan aman. Tapi setelah 2 hari kami pergi, 2 kota mendapat serangan baru, seperti ada dari Amerika ikut juga," jelasnya.
Meski begitu, dia menegaskan bahwa situasi di Masyhad cenderung terkendali.
"Cenderung aman, tapi hanya drone karena terlalu jauh dari Israel, karena Masyhad itu di Iran bagian Timur," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250625_EVAKUASI-WARGA-SAMARINDA.jpg)