Berita Nasional Terkini
Sultan Fatoni Warga Samarinda Berhasil Dievakuasi dari Iran, Tempuh 6 Hari Perjalanan
Sultan Fatoni warga Samarinda, Kalimantan Timur berhasil dievakuasi dari Iran dengan menempuh enam hari perjalanan.
Diketahui, evakuasi WNI dari Iran terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia menyusul eskalasi konflik antara Israel dan Iran.
Baca juga: Israel Beri Waktu 12 Jam, Nyawa Istri dan Anak Para Jenderal Perang Iran Terancam Dihabisi Zionis
Mahasiswa Asal Gresik Ceritakan Momen Mencekam
Ali Murtado (20), seorang mahasiswa asal Gresik, Jawa Timur, menceritakan pengalaman mencekam yang ia alami saat dievakuasi dari Iran.
Ali merupakan salah satu dari sebelas Warga Negara Indonesia (WNI) yang berhasil dipulangkan dan tiba dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa (24/06/2025).
Mahasiswa Al-Mustafa International University Iran itu membagikan pengalaman menegangkan saat menginap di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran sesaat sebelum dirinya dievakuasi.
Di sana ia mendengar langsung dentuman ledakan akibat serangan Israel terhadap Teheran.
“Yang terakhir saya berada di Teheran ya, dimana di gedungnya KBRI. Saya menginap di sana semalam, dan kondisi di sana cukup mencekam karena ada serangan dari Israel di beberapa saat, dan berhenti beberapa saat, dan kadang-kadang lanjut,” kata Ali kepada awak media.
Meski demikian, Ali menyebutkan bahwa serangan-serangan tersebut berhasil ditangkis oleh sistem pertahanan udara "Iron Dome" milik Iran sehingga tidak sampai menghantam tanah.
“Tetapi tidak ada yang masuk, saya lihat kemarin, tidak ada yang masuk ke dalam tanah, karena serangan berhasil ditepis oleh Iron Dome Iran,” ujar Ali.
Setelah bermalam di KBRI Teheran, Ali bersama sejumlah WNI lainnya memulai perjalanan selama 16 jam menuju perbatasan Iran-Azerbaijan.
Ali mengatakan kalau perjalanan melintasi perbatasan berjalan lancar tanpa gangguan militer dari Iran maupun Israel.
Setibanya di Baku, ibu kota Azerbaijan, rombongan WNI yang dievakuasi beristirahat selama dua hari sebelum terbang ke Istanbul, Turki.
Dari Instabul, barulah rombongan tiba di Tanah Air.
“Kita pertama berangkat ke perbatasan Iran-Azerbaijan, setelah itu kita ditujukan ke Baku, di Baku kita di sana itu menginap selama sekitar 2 hari, setelah itu kita diterbangkan ke Istanbul. Setelah dari Istanbul, kita sekarang ini, kita berada di sini,” jelas Ali.
Ali juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat kesulitan berkomunikasi dengan keluarganya di Indonesia karena akses internet di Iran sempat diputus, membuatnya terhambat mendapatkan informasi terkini.
Baca juga: Donald Trump Maki Israel Patuhi Gencatan Senjata, Pastikan Iran Tidak Bangun Fasilitas Nuklir Lagi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250625_EVAKUASI-WARGA-SAMARINDA.jpg)