Berita Internasional Terkini

Belasan Ribu Warga Israel Pindah dan Ramai-ramai Beli Tanah di Siprus, Bakal Jadi Tanah Dijanjikan?

Belasan ribu warga Israel pindah dan ramai-ramai beli tanah di Siprus. Akankah bakal jadi tanah dijanjikan bagi warga Yahudi.

Penulis: Kun | Editor: Rita Noor Shobah
khaberni/tangkap layar
RUDAL IRAN - Penampakan rudal-rudal Iran di langit Tel Aviv, Israel pada Sabtu (14/6/2025). Belasan ribu warga Israel pindah dan ramai-ramai beli tanah di Siprus. Akankah bakal jadi tanah dijanjikan bagi warga Yahudi.. (khaberni/tangkap layar) 

"Negara kami sedang direbut dari kami... Israel sedang menduduki kami," katanya dalam konferensi pers kepada anggota partainya pada hari Selasa (24/6/2025).

"Bahaya besar sedang datang... negara kita sedang hancur. Warga Israel membeli real estat di wilayah sensitif yang mengancam keamanan nasional," kata Stefano memperingatkan pemerintah Siprus.

"Kami mengamati perkembangan sebuah fenomena, yaitu Israel membangun ghetto dengan mendirikan sekolah dan sinagog Zionis. Kami melihat Israel membeli pusat-pusat ekonomi penting dan lahan yang luas di Siprus secara terorganisasi," katanya.

Baca juga: 700 Mata-mata Israel Ditangkap Selama 2 Pekan di Iran, 3 Orang Terafiliasi Mossad Digantung Mati

Komunitas Warga Israel Dirikan Area Tertutup 'Khusus Israel' di Siprus
 
Pemimpin Partai AKEL juga memperingatkan pemerintah Siprus harus membatasi pembelian tanah oleh warga negara non-Uni Eropa, khususnya warga Israel.

Terutama pembelian yang ditargetkan di Siprus untuk menciptakan komunitas berpagar di Larnaca dan Limassol.

Komunitas warga Israel juga membeli area-area tertentu secara massal, di mana dibuat area-area tertutup (komunitas berpagar) yang hampir tidak dapat diakses oleh siapa pun selain warga negara Israel.

"Karena Siprus berukuran kecil, dan terletak di kawasan yang bergejolak...kami akan terus menekankan perlunya mengambil langkah-langkah, tetapi pemerintah juga perlu bergerak," kata pemimpin AKEL Stefanou Stefanou kepada radio CyBC.

Ia mencatat, negara yang lebih besar dari Siprus, seperti Spanyol, Italia dan Jerman, memberlakukan pembatasan penjualan tanah kepada warga negara ketiga.

Partai AKEL telah mengajukan dua rancangan undang-undang di parlemen Siprus untuk membatasi pembelian tanah.

Rancangan undang-undang tersebut juga bertujuan untuk mengawasi proses bagi warga negara ketiga yang dapat memperoleh real estate di wilayah sensitif di dekat infrastruktur kenegaraan.

Menurut Stefanou, penduduk setempat sangat menyadari masalah tersebut, sambil menegaskan bahwa tindakan partainya bukan karena xenofobia atau anti-semitisme.

"Ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk memastikan Siprus tetap berada di bawah kendali warga Siprus untuk selamanya," tegasnya.

Baca juga: Kisah Warga Samarinda yang Dievakuasi karena Perang Iran–Israel, Menempuh Studi di Kota Mashhad

Warga negara Israel tercatat sebagai pembeli properti asing terbanyak keempat di berbagai distrik di Siprus antara 2021 hingga Januari 2025.

Di Larnaca, mereka membeli 1.406 properti (481 bersertifikat), terutama berupa lahan luas dengan spa dan resor di kawasan seperti Pyla, Ormideia, dan Pervolia.

Di Limassol, warga Israel membeli 1.154 properti (511 bersertifikat), dan di Paphos 1.291 properti (867 bersertifikat).

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved