Berita Balikpapan Terkini

Jadi Pusat Logistik Baru, Pembangunan Terminal Barang di KM 13 Balikpapan Butuh Rp 250 Miliar

Komisi III DPRD Balikpapan menyimpulkan pembangunan Terminal Barang di Kilometer 13 sebagai solusi strategis mengatasi kemacetan akibat truk bertonase

TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
TERMINAL BARANG - Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri. Dia mendukung pembangunan Terminal Barang di Kilometer 13 sebagai solusi kemacetan akibat truk besar yang masuk kota.(TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Komisi III DPRD Balikpapan menyimpulkan pembangunan Terminal Barang di Kilometer 13 sebagai solusi strategis mengatasi kemacetan akibat truk bertonase besar yang masih masuk ke pusat kota.

Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menyampaikan bahwa keberadaan terminal ini akan memisahkan arus lalu lintas logistik dari jalan utama kota.

Truk over dimensi dan over load (ODOL) akan berhenti di terminal tersebut, dan distribusi barang selanjutnya dilakukan menggunakan kendaraan kecil.

Baca juga: Persiba Balikpapan Jalani Latihan Fisik Perdana, Fokus Adaptasi dan Kebugaran Pemain Jelang Liga 2

“Kalau terminal ini beroperasi, truk-truk besar akan berhenti di sana. Selanjutnya, barang diangkut oleh kendaraan kecil menuju ke toko-toko atau gudang di kota,” ujar Yusri.

Langkah ini dinilai akan sangat mengurangi beban lalu lintas dan meningkatkan efisiensi transportasi dalam kota.

Komisi III mendukung penuh percepatan pembangunan fisik terminal, yang direncanakan berdiri di atas lahan seluas 11 hektare.

Yusri menyebutkan, skema transportasi logistik melalui KM 13 akan meminimalisir konflik lalu lintas antara kendaraan besar dan pengguna jalan lainnya di pusat kota. 

Terminal ini diproyeksikan membutuhkan anggaran sekitar Rp250 miliar.

DPRD Balikpapan menilai proyek ini sebagai prioritas penting untuk jangka panjang. 

Keberadaan terminal barang di KM 13 juga akan menjadi titik awal pembentukan pusat logistik baru yang lebih tertata.

DPRD akan terus mengawal pelaksanaan proyek ini hingga benar-benar terealisasi.

“Skema ini diyakini mampu mengurangi beban lalu lintas secara signifikan,” tegas Yusri. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved