Berita Internasional Terkini
Sikap Kasar Trump pada Khamenei Persulit Tercapainya Kesepakatan, Menlu Iran Sindir Presiden AS
Sikap kasar Trump pada Khamenei dinilai persulit tercapainya kesepakatan, Menlu Iran sindir Presiden AS.
TRIBUNKALTIM.CO - Sikap kasar Trump pada Khamenei dinilai persulit tercapainya kesepakatan, Menlu Iran sindir Presiden AS.
Berlangsungnya gencatan senjata antara Iran dan Israel, tak menghentikan perang kata-kata dari kedua negara plus Amerika Serikat.
Apalagi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump juga aktif angkat bicara soal Iran dan Israel di media sosial.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghci memperingatkan Presiden AS Donald Trump untuk mengubah sikap dan nada bicaranya terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei jika benar-benar menginginkan kesepakatan antara Teheran dan Washington.
Baca juga: Serangan Mematikan Iran untuk AS Bikin Trump Ubah Haluan, Awalnya Bantu Israel Kini Jadi Penengah
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada Jumat (27/6), Araghchi mengatakan bahwa sikap Trump yang dianggap tidak hormat dan kasar terhadap Khamenei adalah penghalang utama tercapainya kesepahaman antara kedua negara.
“Jika Presiden Trump benar-benar menginginkan kesepakatan, ia seharusnya mengesampingkan nada tidak hormat dan tidak dapat diterima terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Agung Khamenei, dan berhenti menyakiti jutaan pengikutnya yang tulus,” tulis Araghchi, dikutip dari CNN.
Pernyataan ini muncul beberapa jam setelah Trump melontarkan kritik keras terhadap Khamenei dalam unggahan media sosial, menyusul klaim pemimpin Iran tersebut yang menyatakan kemenangan atas Israel dan Amerika Serikat dalam konflik militer baru-baru ini.
Trump mengaku sempat mempertimbangkan untuk mencabut sanksi terhadap Iran demi membuka jalan diplomasi, namun membatalkan rencana itu setelah Khamenei menyampaikan pernyataan yang menurutnya dipenuhi "kemarahan dan kebencian".
“Sanksi itu MENGGIGIT! Tapi bukannya menunjukkan niat damai, saya malah dihujani pernyataan penuh kebencian. Saya langsung hentikan semua upaya untuk meringankan sanksi,” tulis Trump, dikutip dari Anadolu Anjansi.
Kritik Trump juga menanggapi pernyataan Khamenei yang menyebut Iran telah memberikan "tamparan keras" kepada AS dengan menyerang salah satu pangkalan militernya di Timur Tengah.
Baca juga: Donald Trump Emosi Dengar Pidato Ali Khamenei, Tidak Jadi Cabut Sanksi ke Iran
Presiden AS itu menyebut klaim kemenangan Iran sebagai kebohongan dan membantah bahwa serangan-serangan Iran memberikan dampak signifikan terhadap kekuatan militer AS maupun fasilitas strategisnya.
“Mengapa Pemimpin Tertinggi Iran, yang katanya beriman besar, berbohong kepada rakyatnya? Ia tahu bahwa apa yang dikatakannya tidak benar,” kata Trump dalam salah satu unggahan.
Trump juga menegaskan bahwa serangan balasan AS pada 22 Juni berhasil menghancurkan tiga fasilitas nuklir utama Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Ia bahkan mengklaim telah menyelamatkan Khamenei dari kemungkinan serangan besar-besaran yang bisa mengakhiri hidupnya, dengan memerintahkan Israel menarik kembali armada jet tempur yang sedang mengarah ke Teheran.
“Saya tahu persis di mana dia bersembunyi… dan saya menyelamatkannya dari kematian yang sangat buruk dan memalukan,” ujar Trump.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250629_Pemimpin-Tertinggi-Iran-Ayatollah-Ali-Khamenei.jpg)