Selasa, 14 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Tinjau Kawasan Bengkuring, Walikota Samarinda Andi Harun Komitmen Tuntaskan Banjir Secara Bertahap

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat upaya penanganan banjir secara terstruktur dan berkelanjutan

Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
PENANGANAN BANJIR - Walikota Samarinda Andi Harun saat meninjau saluran air di kawasan Bengkuring, Kamis (3/7/2025), Ia memastikan seluruh kegiatan penanganan jangka pendek di kawasan tersebut telah berjalan sesuai rencana. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat upaya penanganan banjir secara terstruktur dan berkelanjutan.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan Walikota Samarinda Andi Harun adalah dengan meninjau ke sejumlah titik rawan banjir di kawasan Bengkuring, Kamis (3/7/2025), sebagai bagian dari tindak lanjut program pengendalian banjir jangka pendek.

Andi Harun mengungkapkan bahwa peninjauan tersebut dilakukan pada dua lokasi prioritas, salah satunya di kawasan Bengkuring.

Ia memastikan seluruh kegiatan penanganan jangka pendek di kawasan tersebut telah berjalan sesuai rencana.

Namun demikian, beberapa kendala masih ditemukan di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan penyempitan saluran akibat bangunan milik warga.

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Minta Hiswana Migas Aktif Sinergi dengan Koperasi Merah Putih

“Pertama di kawasan Bengkuring, semua kegiatan langkah jangka pendek sudah dilakukan,” ujar Andi Harun.

Walikota Samarinda ini menjelaskan, terdapat beberapa titik yang menjadi penyumbatan aliran air (bottle neck), salah satunya akibat keberadaan bangunan milik SMK Medika yang berdiri tepat di atas saluran air. Kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya bukaan kontrol pada area tersebut.

“Tadi saya memberi perintah kepada SDA (Sumber Daya Air) untuk segera dibuatkan mainhall di atas hall atau halaman SMK Medika,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti adanya satu rumah yang berada di sisi seberang parit yang mempersempit jalur air. Andi Harun menyatakan akan dilakukan musyawarah dengan pemilik lahan, melalui fasilitasi dari Lurah Sempaja Timur dan Camat Samarinda Utara, agar perluasan saluran air dari berbagai arah dapat dilakukan secara persuasif.

Orang nomor satu di Samarinda ini juga menyoroti potensi bahaya dari satu kolam bekas tambang yang terletak tidak jauh dari kawasan tersebut.

Dari hasil identifikasi awal, lubang tersebut diduga merupakan milik warga, namun belum dipastikan secara legal formal.

“Kita juga mengidentifikasi satu void eks tambang yang itu akan kita lakukan drone ulang karena potensi luberan airnya berbahaya dan untuk memastikan kepemilikannya, saya sudah minta BPBD untuk mengecek titik koordinat dan melihat itu tanah siapa kolam tersebut,” tambahnya.

Andi Harun menegaskan bahwa keberadaan kolam tersebut sangat berisiko, terutama lantaran terletak dekat dengan permukiman warga yang tergolong dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Ia menilai kolam tersebut tidak aman karena tidak berpagar dan aliran airnya tidak terintegrasi dengan saluran yang tengah dilebarkan pemerintah.

Lebih lanjut, ia menyinggung pekerjaan lanjutan yang akan dilakukan minggu depan, termasuk di kawasan Jalan Terong, di mana pembangunan tanggul parit telah selesai dan akan dilanjutkan tahun ini hingga tahun depan. Ia berharap pekerjaan tersebut dapat mengurangi genangan air yang selama ini kerap melanda Bengkuring.

“Pekerjaan di sekitar Betapus dan jalur Sungai Karangmumus di sekitar Bengkuring juga masih terus berlangsung dari tahun ke tahun, bukan hanya tahun ini tapi tahun depan juga akan ada kelanjutan,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved