Berita Samarinda Terkini
Walikota Samarinda Andi Harun Minta Hiswana Migas Aktif Sinergi dengan Koperasi Merah Putih
Koperasi Merah Putih kini memasuki tahap percepatan pelaksanaan di seluruh Indonesia, termasuk Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Program nasional pembentukan Koperasi Merah Putih kini memasuki tahap percepatan pelaksanaan di seluruh Indonesia, termasuk Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, koperasi ini wajib dibentuk di seluruh kelurahan dan desa, dengan skema dukungan pembiayaan hingga Rp3 miliar per koperasi yang bersumber dari pinjaman Bank Himbara.
Koperasi Merah Putih dirancang sebagai wadah ekonomi rakyat yang multibisnis, termasuk berperan dalam distribusi energi bersubsidi seperti LPG 3 kilogram.
Kehadiran koperasi ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan di lapangan, khususnya di Samarinda, Kalimantan Timur.
Sejumlah wilayah kelurahan di kota ini seperti Mangkupalas dan Sungai Dama telah mengidentifikasi minimnya akses terhadap gas LPG 3 kilogram sebagai isu mendesak yang perlu penanganan berbasis komunitas.
Baca juga: 790 Unit Berbadan Hukum, Picu Pembentukan Koperasi Merah Putih Desa Kelurahan di Kaltim
Kondisi ini menjadikan sektor distribusi LPG sebagai salah satu prioritas usaha dalam skema koperasi yang sedang dibentuk.
Menanggapi situasi tersebut, baru-baru ini Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam forum bersama Hiswana Migas 2 Juli, menyampaikan pentingnya membangun sinergi antara koperasi dan pelaku usaha distribusi energi untuk menjawab tantangan ketersediaan dan pemerataan LPG di tingkat lokal.
Hiswana Migas harus tahu bahwa sekarang Koperasi Merah Putih wajib dibentuk di seluruh Indonesia.
"Mereka punya anggota dan sumber pendanaannya itu adalah pinjaman dari bank Himbara,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keberhasilan beberapa daerah, seperti Jawa Tengah, yang telah melibatkan Koperasi Merah Putih dalam distribusi LPG 3 kilogram, dan menilai langkah tersebut layak untuk direplikasi di Samarinda.
“Dan itu tentu sangat bagus,” imbuhnya.
Walikota Andi Harun juga mengapresiasi peran Hiswana Migas yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan kebijakan energi nasional di daerah.
Ia merangkum tiga fungsi utama organisasi tersebut, yakni menjaga ketersediaan stok energi, menjamin distribusi yang adil dan merata, serta menjaga keamanan energi nasional.
Namun menurutnya, tantangan distribusi LPG satu harga di Indonesia sangat berat, sehingga diperlukan kolaborasi antarpihak yang lebih konkret dan produktif.
Baca juga: Koperasi Merah Putih Prabowo Mendunia, Jadi Sorotan dalam Forum Ekonomi di Rusia
Koperasi Merah Putih, dalam hal ini, diharapkan tidak hanya menjadi entitas administratif, tetapi juga dapat menjalankan peran aktif di sektor yang selama ini menjadi tanggung jawab utama Hiswana Migas.
“Tentu kan masing-masing daerah itu beda-beda core bisnisnya. Syukur-syukur kalau dengan Koperasi Merah Putih ini bisa bersinergi, tentu akan jauh lebih optimal fungsi-fungsi pencapaian tujuan dari organisasi Hiswana Migas,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250703_Kopersi-di-Samarinda.jpg)