Rabu, 6 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Walikota Samarinda Andi Harun Instruksikan PUPR Atasi Banjir di Mugirejo

Kawasan Mugirejo, Samarinda, kembali disorot setelah banjir berulang kali merendam pemukiman warga hingga setinggi separuh jendela rumah.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
TINJAU KAWASAN BANJIR - Walikota Samarinda Andi Harun saat meninjau kawasan Mugirejo, Kamis (3/7/2025). Walikota menyoroti keberadaan bangunan dan pagar warga yang menghambat aliran air di Gang Bugis. Pemkot berencana melakukan pendekatan persuasif agar saluran berfungsi optimal. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Kawasan Mugirejo, Samarinda, Kalimantan Timur kembali disorot setelah banjir berulang kali merendam pemukiman warga hingga setinggi separuh jendela rumah. 

Walikota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa penanganan banjir di titik tersebut kini menjadi prioritas, mengingat Mugirejo merupakan wilayah dengan elevasi paling rendah di kota ini.

Andi Harun mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah menetapkan strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir.

Salah satu upaya konkret yang dilakukan tahun ini adalah pengerjaan drainase sepanjang 200 meter yang akan diperpanjang lagi 50 meter.

Baca juga: Andi Harun Revisi Total Perwali Pematangan Lahan, Faktor Krusial Pengendalian Banjir di Samarinda

“Apakah kemungkinan masih akan ada genangan setelah pekerjaan 200+50 meter itu. Kemungkinan masih ada. Tapi kita perkirakan sudah mengalami penurunan. Kita berharap setelah pekerjaan selesai di 2026, daerah ini bebas dari banjir,” ungkapnya, Kamis (3/7/2025).

Andi Harun menyampaikan hal ini usai melakukan peninjauan langsung ke wilayah Mugirejo.

Dalam tinjauannya, ia melihat dampak banjir yang masih tersisa dan menyimpulkan bahwa kondisi geografis Mugirejo yang berada di dataran rendah membuat wilayah tersebut menjadi titik kumpul limpahan air dari daerah hulu.

“Ini memang secara geografis, secara letak posisi, ini titik terendah. Sehingga semua air yang berasal dari daerah hulunya itu terbuang ke arah sini,” ujarnya.

Baca juga: Gandeng Kukar Bangun Kolam Retensi, Cara Walikota Andi Harun Atasi Banjir di Samarinda

Selain masalah utama di Mugirejo, Andi Harun juga menyoroti limpasan air yang datang dari Gang Bugis, tepat di samping salah satu proyek pembangunan sekolah.

Ia menginstruksikan Dinas PUPR dan tim Sumber Daya Air (SDA) agar berkoordinasi dengan pelaksana proyek untuk merancang sistem pengelolaan air yang baik.

“Kami sudah arahkan PUPR dan SDA bersama camat dan lurah setempat untuk melakukan komunikasi dengan pihak pelaksana sekolah untuk mengelola rekayasa air di wilayah tersebut. Meskipun sifatnya sementara, tetap harus ada perencanaan permanen yang nanti dimasukkan saat pemeriksaan PBG dan izin lingkungan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa lokasi sekolah berada di area bertanah tinggi di bagian belakang, dan menurun ke arah depan, yang menyebabkan air mengalir ke Jalan DI Panjaitan dan akhirnya membebani kawasan Mugirejo.

Baca juga: Cerita Warga Korban Banjir di Samarinda, Sebulan 2 Kali Kebanjiran, Waspadai Ular dan Maling

“Wajib bagi mereka menyediakan sarana pengelolaan air agar tidak membebani daerah sekitar, termasuk Mugirejo,” katanya.

Di sisi lain, Wali Kota juga menemukan kendala lain di Gang Bugis, yakni bangunan warung dan pagar warga yang berdiri di atas saluran air.

Hal ini menyebabkan fungsi saluran terganggu. Untuk itu, pendekatan persuasif akan dilakukan oleh Pemkot kepada warga.

“Warungnya tetap harus jalan, tapi bangunan itu juga harus tetap menyalurkan air. Kalau bangunan pagar itu berada di atas tanah milik sendiri, kita akan minta izin untuk dibongkar dulu, lalu dibangunkan kembali. Tapi kalau berdiri di atas fasilitas umum, maka akan kita bongkar demi kepentingan bersama. Namun sebisa mungkin dengan pendekatan persuasif,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved