Berita Kukar Terkini
Gerak Cepat Bupati Kukar soal Pelestarian Pesut Mahakam, Langsung Rapat Setelah Menteri Pulang
Ancaman kepunahan Pesut Mahakam mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) bergerak cepat.
Penulis: Patrick Vallery Sianturi | Editor: Miftah Aulia Anggraini
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Ancaman kepunahan Pesut Mahakam mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur bergerak cepat.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa pihaknya langsung menggelar rapat koordinasi dengan OPD terkait usai kunjungan Menteri untuk membahas langkah konkret konservasi spesies mamalia air tawar langka tersebut.
“Pesut Mahakam ini merupakan salah satu spesies langka yang ada di Kutai Kartanegara. Kami kemarin, setelah Menteri pulang, langsung melakukan rapat koordinasi dengan OPD terkait. Ada OPD kehutanan dan lingkungan, juga OPD perikanan. Insyaallah kita sudah melakukan langkah konkret,” ujar Aulia, Minggu (6/7/2025).
Ia menyatakan bahwa konservasi Pesut Mahakam sejalan dengan visi pembangunan Kukar Idaman Terbaik yang menekankan industri hijau dan pelestarian lingkungan.
Baca juga: Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Blak-blakan Soal Pesut Mahakam di Hadapan Menteri Lingkungan Hidup
“Kita menyambut baik karena ini sejalan dengan visi misi Kukar Idaman Terbaik. Kita mendukung industri hijau serta proses pelestarian lingkungan yang kita canangkan di Kukar Idaman Terbaik,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Kukar menjamin ketersediaan makanan alami pesut dengan menebar benih ikan di Danau Semayang — salah satu habitat utama spesies tersebut.
“Langkah pertama adalah memastikan makanan pesut itu tersedia. Nanti akan dilakukan penebaran benih ikan di sekitar Danau Semayang,” jelas Aulia.
Tak hanya itu, kenyamanan habitat juga menjadi perhatian.
Baca juga: Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Tawarkan Penyelamat Pesut Mahakam Jadi Tenaga Ahli Menteri
Pemkab Kukar telah mengganti keramba milik warga yang mengganggu jalur pergerakan pesut.
Program ini didukung oleh Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan akan dilanjutkan oleh pemerintah daerah.
“Sekarang keramba-keramba di sana sudah kita tukar, yang dimiliki masyarakat. Penukaran ini sudah dimulai dengan dukungan PHM dan akan dilanjutkan oleh Pemkab Kukar,” katanya.
Selain pendekatan ekologi, teknologi juga diterapkan dalam upaya konservasi.
Baca juga: Ancaman Serius Terhadap Pesut Mahakam, Menteri KLH Beberkan Penyebab Kematian Satwa Dilindungi
Chip pengaman dipasang di keramba/tempirai untuk memancarkan sinyal bahaya jika pesut mendekat, agar mereka menjauh dan terhindar dari bahaya.
“Chip itu memberikan sinyal kepada pesut agar menjauh jika mendekat, sebagai tanda bahaya. Jadi itu langkah-langkah yang sudah kita lakukan terkait konservasi pesut Mahakam,” tutupnya.
Diketahui, Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) kini berstatus sangat terancam punah.
Hingga 2025, jumlah populasinya diperkirakan kurang dari 80 ekor di bentang Sungai Mahakam, menjadikannya salah satu spesies paling langka di dunia.
Ancaman utama datang dari rusaknya habitat, pencemaran air, aktivitas perikanan, dan polusi. (*)
| Bupati Kukar Beri Warning Usai Lantik Pejabat Baru, Aulia Rahman: Tak Sanggup Kerja Silakan Mundur |
|
|---|
| Bupati Kukar Lantik 19 Pejabat, Pengisian Jabatan Lewat Manajemen Talenta Perdana Diterapkan |
|
|---|
| Tes Urine Mendadak di Lapas Tenggarong, 40 Warga Binaan dan Petugas Negatif Narkoba |
|
|---|
| Lapas Tenggarong Gelar Apel Ikrar Zero Halinar, Tolak Handphone Ilegal, Pungutan Liar dan Narkoba |
|
|---|
| Raperda Perlindungan Pesut Mahakam Kukar Mandek Sejak 2022, Ketua DPRD Pastikan Tetap Jadi Prioritas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240430_Pesut-Mahakam.jpg)