Kunker Menteri Lingkungan Hidup
Ancaman Serius Terhadap Pesut Mahakam, Menteri KLH Beberkan Penyebab Kematian Satwa Dilindungi
Pesut Mahakam, mamalia air endemik Kalimantan Timur, kini menghadapi ancaman kepunahan akibat berbagai aktivitas manusia
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, KOTA BANGUN - Pesut Mahakam, mamalia air endemik Kalimantan Timur, kini menghadapi ancaman kepunahan akibat berbagai aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan sejumlah faktor utama yang menyebabkan tingginya angka kematian pesut di perairan Sungai Mahakam.
Dalam keterangannya, Hanif menyebut kondisi habitat pesut Mahakam yang terbuka dan mudah diakses oleh berbagai aktivitas manusia menjadi salah satu pemicu utama tekanan terhadap spesies tersebut.
Baca juga: Tersisa 62 Ekor, Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq Khawatir dengan Populasi Pesut Mahakam di Kukar
Habitat pesut yang tersebar di Sungai Mahakam, anak sungai, hingga danau-danau sekitar merupakan perairan open access yang tidak memiliki pembatasan tegas dalam penggunaannya.
"Sekitar 67 persen kematian pesut disebabkan terperangkap jaring ikan, terkena setrum dan bahan peledak, pencemaran limbah pertambangan, perkebunan, rumah tangga di danau dan sungai Mahakam, serta lalu lintas danau dan sungai Mahakam yang cukup padat," jelas Hanif, Kamis (3/7/2025)
Aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya mengganggu ekosistem, tetapi juga secara langsung merenggut nyawa pesut yang sensitif terhadap perubahan lingkungan.
Penggunaan alat tangkap berbahaya, seperti setrum dan bahan peledak, serta pembuangan limbah tanpa pengolahan, turut memperparah kondisi ekosistem Mahakam.
Populasi pesut Mahakam terus mengalami penurunan. Berdasarkan data dari Yayasan RASI (Rare Aquatic Species of Indonesia), pada tahun 2024 hanya tercatat 62 individu yang tersisa. Angka ini mencerminkan kondisi kritis yang mengkhawatirkan bagi keberlangsungan spesies yang telah dilindungi ini.
Menteri Hanif juga menyoroti potensi ekologis wilayah Danau Mahakam yang kaya akan cadangan karbon melalui keberadaan kawasan hidrologis gambut. Kawasan ini tidak hanya penting bagi pesut, tetapi juga memiliki peran strategis dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
"Kelestarian pesut Mahakam di kawasan tempat kita berada saat ini terancam oleh beberapa kegiatan yang tidak ramah lingkungan," tegas Hanif.
Ia menambahkan bahwa kawasan Danau Mahakam mencerminkan situasi triple planetary crises atau tiga krisis lingkungan global, yaitu pencemaran, hilangnya keanekaragaman hayati, dan perubahan iklim. Karena itu, langkah perlindungan kawasan ini harus menjadi prioritas lintas sektor.
"Pemanfaatan ruang dan sumber daya alam di kawasan ini harus diimbangi dengan upaya konservasi, perlindungan, pengendalian dan pengawasan, serta pemanfaatan secara berkelanjutan," pungkasnya. (*)
| Menteri Lingkungan Hidup Percayakan Penanganan Isu Lingkungan kepada Gubernur Kaltim |
|
|---|
| Menteri LHK Bangun Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup di Balikpapan, Kawal Kawasan IKN |
|
|---|
| Baru 80 Perusahaan Sawit di Kaltim Gabung GAPKI, Menteri Lingkungan Hidup Langsung Bereaksi |
|
|---|
| 15 Titik Api Terpantau di Kaltim, Menteri Lingkungan Hidup Klaim Menurun Dibanding Bulan Lalu |
|
|---|
| Ikon Desa Pela di Kukar Kaltim Cukup Kuat untuk Pesut Mahakam, Pemprov Fokus Pengawasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250703_Hanif-Faisol-Nurofiq.jpg)