Berita Samarinda Terkini
DPRD Samarinda Soroti RSUD IA Moeis, Kritik soal Estetika dan Kesejahteraan Pegawai
Komisi IV DPRD Samarinda baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Komisi IV DPRD Samarinda baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Sebagaimana diketahui, RSUD IA Moeis Samarinda merupakan rumah sakit daerah pertama di Indonesia yang dikembangkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Melalui skema ini, rumah sakit akan mengalami transformasi dengan mengadopsi standar internasional, hasil investasi dari konsorsium global Plenary Group dan Aspen Medical, senilai Rp740 miliar.
Proyek ini juga tercatat sebagai bagian dari kesepakatan strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia.
Baca juga: Walikota Andi Harun Tanggapi RSUD IA Moeis Samarinda jadi RS KPBU Perdana, Investasi Rp1,1 Triliun
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronni Passie, menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan hingga pelayanan medis di RSUD IA Moeis berjalan di jalur yang benar.
Namun demikian, ia menegaskan pentingnya sejumlah catatan sebagai perhatian, khususnya yang berkaitan dengan kualitas estetika fasilitas dan perlindungan hak-hak tenaga medis.
Jadi APBD itu hanya mengelola berkaitan tentang gaji dan operasional rutin, khususnya listrik dan air.
Sisanya itu pengelolaan melalui BLUD. Pengeluaran BLUD ini memang sesuai dengan aturan undang-undang dan dasar-dasar penetapan.
"Tarifnya pun juga berdasarkan SK Wali Kota, dengan aturan yang ada,” jelas Novan.
Baca juga: RSUD IA Moeis Samarinda Dapat Suntikan Rp1,1 Triliun, Berkat Pertemuan Prabowo–PM Australia
Ia juga menggarisbawahi bahwa pengelolaan RSUD IA Moeis tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sebaliknya, sebagian besar anggaran operasional ditopang melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang memiliki fleksibilitas dalam belanja layanan publik.
Dari hasil pemaparan manajemen RSUD IA Moeis, Komisi IV menilai bahwa kondisi keuangan dan sistem pengelolaan rumah sakit cukup kuat dan memiliki prospek keberlanjutan jangka panjang yang baik.
Aspek pelayanan, baik medis maupun non-medis, juga dinilai telah berjalan optimal.
Pada dasarnya rumah sakit ini cukup baik sehingga kita tidak khawatir lagi bahwasanya ada hal-hal yang menyangkut tentang ketahanan rumah sakit ke depan seperti apa.
Baca juga: RSUD IA Moeis Samarinda akan Ditingkatkan Jadi RS Kelas B Bertaraf Internasional
"Kita melihat dari pemaparan dan realisasi dari pendapatan dan pengelolaannya yang ada itu cukup mumpuni,” tutur Novan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.