Breaking News

SPMB Balikpapan 2025

SPMB 2025 Harus Bersih, Ketua DPRD Balikpapan Sayangkan Murid Berprestasi Kalah Saing Dengan Titipan

Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, beranggapan praktik tersebut merusak keadilan dan menciptakan budaya tidak sehat di lingkungan pendidikan

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH
TOLAK TITIPAN - Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qodri. Dia menegaskan penolakan terhadap praktik titipan dalam SPMB 2025 karena dinilai mencederai keadilan dan transparansi. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - DPRD Balikpapan menegaskan bahwa praktik titipan dalam proses SPMB 2025 harus dihentikan.

Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, beranggapan praktik tersebut merusak keadilan dan menciptakan budaya tidak sehat di lingkungan pendidikan.

Penegasan itu disampaikannya menyusul pernyataan Walikota Balikpapan yang meminta agar penerimaan murid baru terbebas dari titipan-titipan, baik di jenjang SD, SMP, maupun SMA.

"Saya sangat sepakat dengan Pak Walikota bahwa penerimaan murid baru ini jangan lagi ada titipan-titipan kepada pejabat-pejabat. Karena ini merupakan budaya yang kurang bagus," kata Alwi Al Qadri

Menurutnya, kebiasaan menitipkan siswa secara tidak resmi telah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi contoh buruk yang terus diulang masyarakat setiap tahunnya.

Baca juga: Kuota Pendaftaran SPMB Balikpapan 2025 Jalur Umum/Reguler untuk Jenjang SMP se-Kota

Ia menyayangkan, sistem yang seharusnya menjunjung tinggi persaingan sehat malah disusupi oleh kepentingan individu tertentu.

Alwi juga mengimbau para orang tua agar membimbing anak-anak untuk bersaing secara jujur tanpa mengandalkan koneksi.

Ia menilai, budaya titipan akan terus bertahan jika tidak ada kesadaran bersama untuk mengakhirinya.

Dengan sikap tegas terhadap praktik tersebut, Alwi berharap sistem SPMB Balikpapan 2025 ke depan bisa berjalan lebih transparan dan bersih.

Ia menekankan bahwa transparansi adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan di Kota Balikpapan.

Politisi Golkar itu mengingatkan bahwa murid berprestasi kerap tersingkir karena kalah bersaing dengan siswa titipan.

"Ini mencederai keadilan. Anak-anak yang seharusnya bisa diterima, justru terpinggirkan karena praktik tidak sehat seperti ini," tegasnya. (*)

Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved