Berita Kukar Terkini
Warga Diminta Sabar, Camat Loa Janan Kukar Ungkap Penanganan Banjir dan Longsor Dilakukan Bertahap
Pemkab Kukar dan camat Loa Janan mengambil langkah bertahap dalam menangani banjir dan longsor yang melanda Desa Loa Janan Ulu
Penulis: Patrick Vallery Sianturi | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecamatan Loa Janan mengambil langkah bertahap dalam menangani banjir dan longsor yang melanda wilayah Desa Loa Janan Ulu dan sekitarnya.
Penanganan difokuskan pada wilayah rawan yang kerap terdampak akibat posisi geografis yang berada di hilir sungai.
Menanggapi hal ini, Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, menjelaskan bahwa banjir besar yang terjadi pada pertengahan Mei menjadi perhatian serius pihak kecamatan karena kerap berulang dan berdampak terhadap aktivitas warga.
“Banjir besar terjadi pada 12, 13, dan 27 Mei lalu. Pada prinsipnya, kita fokus mencari solusi penanganan banjir-banjir yang sudah terjadi dan yang kemungkinan akan terjadi,” ujarnya, Rabu(9/7/2025).
Ia mengatakan, telah disusun rencana penanganan yang mencakup jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.
Baca juga: Buaya Terkam Remaja di Sungai Santan Kukar, Hanya Sandal dan Pancing yang Tersisa
Untuk tahap awal, fokus diarahkan pada identifikasi lahan terdampak, sosialisasi kepada masyarakat adat, serta koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Paling tidak, saat ini sudah ada langkah konkret untuk solusi jangka pendek sampai panjang. Mudah-mudahan ini segera terealisasi agar masyarakat kita terbebas dari banjir,” ucapnya.
Lebih lanjut, Hery juga menyoroti kondisi longsor di kawasan Kilometer 28. Ia memastikan bahwa proses penanganan masih berjalan, baik melalui komunikasi internal maupun tindakan teknis di lapangan oleh instansi terkait.
“Kita tetap komunikasi di internal. Teman-teman dari balai jalan juga sedang menangani jalan darurat di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, mengenai tuntutan ganti rugi oleh warga terhadap perusahaan tambang yang diduga terkait dengan longsor, Hery menegaskan bahwa hal tersebut masih dalam tahap kajian.
Baca juga: 3,6 Hektare Lahan Warga Diduga Diserobot Tambang Ilegal, DPRD Kukar Turun Tangan
“Masyarakat menginginkan ganti rugi oleh perusahaan. Tapi perusahaan belum bisa mengakui, karena belum ada bukti ilmiah apakah longsor itu murni karena tambang atau akibat kondisi alam,” terangnya.
Berdasarkan hasil pengukuran geolistrik, lanjutnya, ditemukan lapisan batuan yang sangat lemah di bawah permukaan tanah, yang diduga menjadi penyebab utama pergerakan tanah ketika tergerus oleh air.
Di akhir pernyataannya, Hery berharap semua langkah penanganan yang telah dirumuskan bisa berjalan sesuai rencana dan membawa dampak nyata bagi masyarakat.
“Harapannya, semua bisa berjalan on the track, dengan timeline yang sudah kita sepakati. Supaya masalah yang selama ini menjadi momok masyarakat banjir dan longsor bisa segera diselesaikan,” pungkasnya. (*)
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.
| Tegangan Listrik tak Stabil, Warga Jalan IKIP Mekar Sari Kukar Sempat Alami Gangguan Air |
|
|---|
| Solar Tumpah di Jembatan Kutai Kartanegara, Diduga dari Truk Tangki Bocor |
|
|---|
| Bupati Kukar Tegaskan 60 Persen Tenaga RS AMI Muara Badak Warga Lokal |
|
|---|
| APBD Kukar Diproyeksi Anjlok Pada 2027, Pemkab Andalkan Kolaborasi Pembangunan |
|
|---|
| Akibat Kenaikan BBM Beban Distribusi Naik, Agen LPG di Kukar Siap Ajukan Penyesuaian Harga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250521_PT-Pama-evakuasi-warga-terdampak-banjir-di-Kukar.jpg)