Berita Balikpapan Terkini

SMPN 21 Balikpapan Kekurangan Tenaga Pengajar, Andalkan Guru Rangkap Mata Pelajaran

SMPN 21 Balikpapan menghadapi kendala kekurangan tenaga pengajar pada tahun ajaran baru 2025. 

HO/SMPN 21 Balikpapan
KEKURANGAN GURU - SMPN 21 Balikpapan mengalami kekurangan guru pada tahun ajaran 2025/2026, dengan hanya enam pengajar aktif. Tiga mata pelajaran utama, termasuk Bahasa Indonesia, belum memiliki guru khusus sehingga pembelajaran dilakukan secara merangkap. (HO/SMPN 21 Balikpapan) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sekolah Menengah Pertama Negeri atau SMPN 21 Balikpapan menghadapi kendala kekurangan tenaga pengajar pada tahun ajaran baru 2025. 

Hingga saat ini, sekolah yang bertempat di Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat, Balikpapan tersebut hanya memiliki enam guru aktif yang harus merangkap beberapa mata pelajaran.

Kepala SMPN 21 Balikpapan, Marsudi, mengakui bahwa meski jumlah guru dinilai cukup secara administratif, kebutuhan di lapangan belum sepenuhnya terpenuhi. 

"Sebetulnya jumlah guru kami mencukupi, walaupun ada yang merangkap mata pelajaran, karena memang kami masih kekurangan tenaga pengajar," ujarnya.

Baca juga: SMPN 21 Balikpapan Ciptakan Sabun Cuci Tangan Ramah Lingkungan, Solusi Nyata Dukung Teknologi Hijau

Tiga mata pelajaran yang belum memiliki guru khusus adalah:

  • Pendidikan Kewarganegaraan (PKn);
  • Bahasa Indonesia;
  • dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Untuk mengatasi kekosongan, pihak sekolah menerapkan solusi sementara dengan mendistribusikan pengajaran kepada guru yang masih memiliki kedekatan kompetensi. 

"Untuk PKn kami serahkan kepada guru agama, karena masih berkaitan," imbuh Marsudi. 

Sementara itu, mata pelajaran TIK ditangani oleh guru yang memiliki kemampuan di bidang tersebut.

Namun, kendala terbesar dihadapi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang belum bisa ditangani secara optimal karena tidak ada guru khusus yang membidanginya.

“Yang paling berat itu Bahasa Indonesia. Karena bukan bidangnya, jadi (guru internal) tidak bisa menguasai sepenuhnya,” tambah Marsudi.

Hanya saja, kata Marsudi, pihak sekolah tetap berupaya agar proses belajar mengajar tetap berjalan meski dengan keterbatasan yang ada. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved