Berita Kutim Terkini

Agar Beras Oplosan tak Masuk Kutim , Disperindag Terus Monitor Proses Distribusi

Pengawas Perdagangan Disperindag Kutim, Achmad Doni Evriady bahwa pihaknya terus memonitor proses distribusi beras di Kutai Timur

Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS
BERAS OPLOSAN - Ilustarsi beras. Beras oplosan belum sampai ke Kutai Timur. Pengawas Perdagangan Disperindag Kutim, Achmad Doni Evriady bahwa pihaknya terus memonitor proses distribusi beras di Kutai Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS) 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur sampai saat ini belum menerima keluhan masyarakat terkait kualitas beras oplosan.

Sebelumnya, telah beredar isu beras tidak sesuai dengan takaran pada sejumlah produk yang telah beredar di pasaran.

Ditambah lagi mencuatnya isu beras oplosan usai Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri memeriksa empat produsen besar. 

Baca juga: 50 Orang Ayah Ikuti Seminar Parenting Club Ayah Garapan DPPKB Kutim, Ciptakan Ketahanan Keluarga

Akan tetapi, di daerah Kabupaten Kutai Timur masih belum ada keluhan masyarakat terkait kualitas beras yang dijual di pasaran.

"Belum ada masyarakat yang mengeluhkan itu, kami juga baru-baru ini mendangar adanya beras premium oplosan," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Nora Ramadhani, Selasa (15/7/2025).

Akan tetapi, dilanjutkan oleh Jabfung Pengawas Perdagangan Disperindag Kutim, Achmad Doni Evriady bahwa pihaknya terus memonitor proses distribusi beras di Kutai Timur.

Ia menekankan agar para distributor memberikan beras dari agen-agen yang terpercaya.

Pasalnya, pasokan beras Kutai Timur berasal dari daerah Sulawesi dan kebanyakan dari Jawa.

Apabila ada agen baru dari Sulawesi dan Jawa yang ingin mengirimkan beras ke Kutai Timur, maka dipastikan tidak diterima terlebih dahulu sehingga Kutai Timur hanya menerima agen beras yang terpercaya yang biasa dibeli.

Sejauh ini, pihaknya belum ada keluhan beras oplosan dari masyarakat.

"Belum sampai sini, kita sudah menekankan ke agen-agen beras kita supaya melihat itu, jangan sampai barang itu (beras oplosan) sampai ke Kutai Timur," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved