Berita Viral
Apa Singkatan Rojali dan Rohana? Istilah Viral untuk Fenomena Mal Ramai Tapi Sepi Transaksi
Meski terdengar lucu, makna di balik istilah Rojali dan Rohana justru menggambarkan tantangan nyata yang dihadapi sektor ritel Indonesia.
TRIBUNKALTIM.CO - Di tengah geliat dunia perbelanjaan modern, kini muncul dua istilah baru yang tengah viral: Rojali dan Rohana.
Kedua istilah Rojali dan Rohana ramai dibicarakan di media sosial, jadi bahan candaan para warganet, bahkan menjadi perhatian serius para pelaku usaha.
Meski terdengar lucu, makna di balik istilah Rojali dan Rohana justru menggambarkan tantangan nyata yang dihadapi sektor ritel Indonesia.
Istilah Rojali merupakan singkatan dari "rombongan jarang beli", sementara Rohana berarti "rombongan hanya nanya".
Baca juga: Omzet Pedagang Perlengkapan Sekolah di Balikpapan Merosot, Terdampak Tren Belanja Online
Fenomena ini terjadi ketika pusat perbelanjaan tampak ramai pengunjung, namun transaksi yang terjadi sangat minim.
Banyak orang datang bergerombol hanya untuk melihat-lihat, bertanya-tanya, atau sekadar nongkrong, tanpa berniat membeli.
Meskipun bukan hal baru, fenomena ini kembali mencuat karena dinilai menggambarkan kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Kehadiran rojali dan rohana dinilai semakin sering terjadi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi yang berdampak pada perilaku konsumsi.
Ekonomi Lesu Buat Rojali dan Rohana Makin Menjamur
Menurut Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, munculnya fenomena rojali dan rohana sangat berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
Penurunan pendapatan menyebabkan masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya, meskipun kebutuhan hiburan tetap ada.
“Hiburan paling murah saat ini ya jalan-jalan ke mal tanpa membeli.
Kalau pun mau beli, biasanya mereka akan cari harga lebih murah lewat platform daring,” ujar Nailul kepada Kompas.com, Minggu (20/7/2025).
Ia menambahkan bahwa meskipun pemerintah telah menggulirkan berbagai program diskon, hal tersebut belum cukup mendongkrak daya beli secara signifikan.
Bukan Tren Baru, Rojali Sudah Ada Sejak Lama
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250403-BIGmall-Samarinda.jpg)