Berita Balikpapan Terkini
Limbah Batu Bara Disulap Jadi Batako, PLN Gandeng Lapas Balikpapan Manfaatkan FABA
PLN menjalin kerja sama dengan Lapas Kelas IIA Balikpapan untuk mengolah FABA menjadi material bahan bangunan
Penulis: Dwi Ardianto | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Upaya pemanfaatan limbah pembakaran batu bara (FABA) dari PLTU Teluk Kariangau terus berkembang ke arah yang lebih produktif dan bernilai ekonomis. PT PLN (Persero) UPT Balikpapan kini menjalin kerja sama dengan Lapas Kelas IIA Balikpapan untuk mengolah FABA menjadi berbagai material bahan bangunan seperti batako, paving block, hingga ornamen pengganti batu alam.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN sekaligus bentuk pembinaan positif bagi warga binaan.
“Kami memanfaatkan limbah FABA dari PLTU Teluk. Material ini sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomis, sekarang bisa diolah menjadi produk yang berguna. Kami bekerja sama dengan Lapas Kelas IIA Balikpapan, sehingga warga binaan mendapatkan aktivitas baru yang bernilai ekonomi,” ujar Jati Pharmadita, Manager PLN UPT Balikpapan, Senin (28/07).
Menurut Jati, material FABA akan dikirim dari PLTU Teluk Kariangau ke Lapas dan diolah oleh warga binaan. Pengiriman disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan produksi harian. Bahkan, sudah ada pemesan pertama untuk ornamen pengganti batu alam dari hasil produksi tersebut.
“Kami berharap Pemkot Balikpapan bisa membantu sertifikasi mutu material ini agar bisa digunakan dalam proyek-proyek di Dinas PU. Jika kualitasnya diakui, tentu penggunaannya akan makin luas,” harap Jati.
Baca juga: PLN UID Kaltimra Siapkan Sistem Tanggap Darurat Berstandar Internasional, Targetkan ISO 22301
Dukungan dari pemerintah pun mengalir. Zulkifli, Asisten Tata Pemerintahan Setda Kota Balikpapan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PLN dan Lapas Balikpapan dalam program pemberdayaan ini.
“Ini sangat positif. FABA yang dulunya limbah kini punya nilai guna. Kami mendukung program ini bisa terus berkelanjutan. Harapannya, produk ini bisa masuk dalam spesifikasi pekerjaan Dinas PU, agar para kontraktor dapat memanfaatkannya secara luas,” kata Zulkifli.
Ia menambahkan, Pemkot menyarankan adanya koordinasi lebih lanjut dengan Dinas PU terkait kualifikasi teknis dan standar mutu yang diperlukan agar produk FABA ini bisa resmi digunakan dalam proyek-proyek pemerintah.
Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Balikpapan Edy Susetyo juga menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi yang terbangun bersama PLN dan Pemkot Balikpapan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga binaan kami. Kami berharap, apa yang mereka pelajari dan kerjakan di dalam lapas, kelak bisa bermanfaat saat kembali ke masyarakat. Kami juga berharap Pemkot bisa berkontribusi dengan memanfaatkan produk hasil kerja warga binaan melalui proyek Dinas PU,” ujar Edy.
Dengan sinergi antara PLN, Lapas, dan Pemkot Balikpapan ini, diharapkan program pemberdayaan berbasis ekonomi sirkular dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam pemanfaatan limbah menjadi sumber daya yang produktif. (*)
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.
| Diplomasi Strategis Prabowo dalam Pandangan Rektor Uniba Balikpapan, Bukan Sekadar Bepergian |
|
|---|
| Wawali Balikpapan Bagus Susetyo Dukung Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis, Buka Sumbatan Ekonomi |
|
|---|
| Rutan Balikpapan Lepas 1 Pegawai untuk Tugas Bantuan Kendali Operasi di Papua |
|
|---|
| Razia Lapas Balikpapan, Petugas Temukan Pisau hingga Obeng di Blok Hunian |
|
|---|
| Pipi Terluka 9 Cm Saat Hadapi ODGJ di Balikpapan, Bripda Arbian: Saya Lega Warga Selamat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250728_pemanfaatan_FABA_Lapas_Kelas_IIA_Balikpapan.jpg)