Rabu, 8 April 2026

Kasus Korupsi Minyak Mentah

PM Malaysia Akui Pernah Jumpa Riza Chalid, tapi Anwar Ibrahim tak Tahu Keberadaannya

PM Malaysia akui pernah jumpa Riza Chalid, tapi Anwar Ibrahim tak tahu keberadaan pengusaha minyak yang dicari Kejagung.

Penulis: Aro | Editor: Muhammad Fachri Ramadhani
Dok Sekretariat Presiden
KEBERADAAN RIZA CHALID - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat bertemu dengan Presiden RI, Prabowo Subianto di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/1/2025). PM Malaysia akui pernah jumpa Riza Chalid, tapi Anwar Ibrahim tak tahu keberadaan pengusaha minyak yang dicari Kejagung. (Dok Sekretariat Presiden) 

TRIBUNKALTIM.CO - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim mengakui pernah berjumpa dengan Mohammad Riza Chalid, tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018–2023. 

Meski pernah jumpa, namun PM Malaysia Anwar Ibrahim tak tahu keberadaan Riza Chalid yang saat ini tengah dicari Kejaksaan Agung (Kejagung).

Soal Riza Chalid, Anwar Ibrahim berjanji akan bekerja sama dengan Indonesia jika diperlukan, bahkan PM Malaysia mengatakan telah menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Pernyataan Anwar Ibrahim ini disampaikan dalam saat pertemuan dengan sejumlah Pemimpin Redaksi (Pemred) media di Hotel Grand Hyatt, Jakarta,  Selasa (29/7/2025) pagi.

Baca juga: Riza Chalid Tersangka Kasus Minyak Mentah Mangkir, Kejagung Jadwalkan Panggilan Kedua Minggu Depan

PM Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan, “Soal Riza Chalid, ya saya kenal pernah jumpa (ketemu) dia.”  

Namun, Anwar Ibrahim mengatakan, tidak mengetahui keberadaan Riza Chalid pengusaha minyak yang tengah dicari oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) tersebut. 

“Jadi sepintas lalu, ada kenal, saya kenal. Dia di Malaysia atau di mana, di Myanmar di mana saya tidak tahu,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anwar Ibrahim memastikan bahwa Malaysia bakal bekerja sama dengan Indonesia jika diperlukan terkait pencarian keberadaan Riza Chalid.

“Tapi kita berikan kerja sama yang diperlukan,” kata Anwar Ibrahim melanjutkan.

Hanya saja, dia menegaskan bahwa kerja sama itu memerlukan adanya kepastian hukum atau kasusnya.

Termasuk, terkait permintaan pemulangan bila memang berada di Malaysia. 

“Ditanya saya melalui kedutaan, saya baru diberi tahu memangnya ada utusan dikembalikan. Kita ikut jalur hukum saja tidak ada masalah,” ujar Anwar.

“Kita harus tahu apakah atau dia di luar. Kemudian, apa statusnya, apa kasusnya sebab korupsi ini saya tidak berdasasarkan tuduhan,” katanya lagi.

Bahkan, Anwar menyebut, telah menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

MAKI Ungkap Jejak Digital Riza Chalid

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menduga bahwa buronan Kejaksaan Agung yakni Mohammad Riza Chalid telah menikah dengan salah satu kerabat kesultanan di Malaysia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved