Minggu, 12 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

DPRD Balikpapan Minta Warga Waspada Beras Premium Palsu

Komisi II DPRD Kota Balikpapan mendorong adanya edukasi publik secara luas terkait standar mutu dan pelabelan beras di pasaran.

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH
EDUKASI BERAS - Komisi II DPRD Balikpapan menyoroti temuan dugaan pemalsuan kualitas dan label beras oleh distributor lokal. DPRD mendorong edukasi publik agar konsumen lebih teliti dalam memilih beras dan tidak mudah tertipu kemasan. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Komisi II DPRD Balikpapan mendorong adanya edukasi publik secara luas terkait standar mutu dan pelabelan beras di pasaran. 

Langkah ini dinilai penting menyusul temuan dugaan pemalsuan kualitas beras oleh sejumlah distributor di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah menanggapi hasil razia gabungan yang melibatkan aparat penegak hukum dan instansi terkait.

Dalam razia tersebut ditemukan indikasi kuat bahwa beras kualitas biasa dipasarkan dengan label premium.

Baca juga: Beras Oplosan Tidak Ditarik, Pemerintah Minta Pelaku Usaha Sesuaikan Harga dengan Mutu

Menurut Fauzi, dugaan pelanggaran ini berpotensi merugikan konsumen dan harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Ada beberapa yang dianggap menyimpang, baik dari segi berat maupun kualitas. Kalau beras biasa kemudian diklaim sebagai premium, itu perlu pembuktian melalui uji laboratorium," tegas Fauzi, Kamis (31/7/2025). 

Sampel beras yang dicurigai kini tengah menjalani proses uji laboratorium guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam kualitas dan pelabelan.

DPRD Balikpapan menyatakan akan mengikuti perkembangan proses tersebut dan menanti hasil resmi dari instansi teknis.

Baca juga: Dugaan Beras Oplosan Merebak, Sampel Beras dari Balikpapan Diuji di Laboratorium Kaltim

Fauzi menyebut pentingnya edukasi agar masyarakat tidak mudah tertipu hanya dari label produk yang terlihat meyakinkan. 

Menurutnya, edukasi publik bisa menjadi cara efektif untuk mencegah praktik serupa terulang di masa mendatang.

DPRD Balikpapan berharap kasus ini tidak hanya memberikan efek jera bagi pelaku usaha nakal, tetapi juga mendorong lahirnya konsumen yang lebih selektif dan sadar mutu pangan.

Komisi II DPRD Balikpapan memastikan akan terus melakukan pemantauan dan mendorong langkah-langkah pengawasan bersama mitra terkait untuk menjaga kualitas beras yang beredar di Balikpapan.

Baca juga: Pedagang dan Warga Balikpapan Resah Soal Beras Oplosan, Khawatir Tiba-tiba Digrebek

"Kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya konsumen, agar lebih teliti dalam memilih beras yang dibeli," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved