Rabu, 6 Mei 2026

Kebakaran Pasar Segiri Samarinda

Pasca Kebakaran Pasar Segiri, Disdag Samarinda Tawarkan Pedagang Pindah ke Lapak Kosong

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Kalimantan Timur memastikan pedagang yang menjadi korban dapat menempati lokasi sementara

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
TAWARKAN RELOKASI -  Kondisi terkini area kios lama Pasar Segiri yang terbakar pada Minggu malam (10/8). Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Kalimantan Timur memastikan pedagang yang menjadi korban dapat menempati lokasi sementara di area pasar yang masih tersedia. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Pasca kebakaran yang melanda area kios lama Pasar Segiri pada Minggu malam (10/8), Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Kalimantan Timur memastikan pedagang yang menjadi korban dapat menempati lokasi sementara di area pasar yang masih tersedia. 

Kepala Disdag Kota Samarinda, Nurrahmani, mengatakan, relokasi sementara ini dilakukan dengan memanfaatkan lapak kosong yang sebelumnya tidak aktif digunakan pedagang.

Hal ini merupakan hasil dari rapat internal yang dilakukan pihaknya pada Senin (11/8/2025). 

“Mereka bisa menempati tempat lain yang ada di Pasar Segiri. Di situ kan ada, karena itu PKL, bisa bergeser, ada beberapa yang masih bisa tempat-tempat yang kosong karena kondisi ada yang tidak aktif di lapangan. Kalau mereka mau, kita bisa. Kita kan nunggu mereka,” jelas Nurrahmani pada TribunKaltim. 

Menurutnya, pilihan tempat sementara sangat bergantung pada keinginan pedagang.

Baca juga: Andi Harun Akui Sulit Rehabilitasi Total Pasar Segiri Samarinda Karena Terkendala Kerja Sama

Ada pedagang yang meminta dicarikan lokasi, tetapi ada pula yang memilih mengelola sendiri usahanya, bahkan memindahkannya ke rumah. 

“Bisa juga dia tidak mau, dia mau swakelola sendiri misalnya di rumah, bisa jadi seperti itu. Ada juga karena biasa ada hoki-hokian tempat,” tambahnya.

Terkait koordinasi dengan para pedagang, Nurrahmani mengungkapkan bahwa hingga kini Disdag belum memanggil mereka secara resmi lantaran masih menunggu komunikasi dari pihak pengelola pasar. 

“Mereka pasti akan komunikasi dengan pengelola, kemudian pengelola komunikasi dengan kita,” tuturnya. 

Nurrahmani menyebut bahwa berdasarkan pendataan Disdag, jumlah lapak yang kosong saat ini memang terbatas.

Namun tak menutup kemungkinan pedagang yang terdampak dapat bergabung dengan pedagang lain yang juga berjualan barang sejenis. 

“Pendataan dari Disdag lapak yang kosong kalau tidak salah ada tiga hingga empat lapak. Bahkan bisa jadi, misalnya ada lapak penjual lombok, bisa diajak sama-sama gabung. Bisa jadi seperti itu,” ujarnya.

Mengenai rencana jangka panjang, Nurrahmani mengonfirmasi bahwa revitalisasi Pasar Segiri memang telah direncanakan, namun konsep dan desainnya masih dalam tahap penyempurnaan.

“Tapi perencanaan kedua belum disodorkan kembali ke Pak Wali. Tahapannya ada bermacam-macam. Itu masih digodok lagi.  Ketika ada pencocokan nanti seperti apa pengerjaannya, seperti apa pembangunannya, kan ada di PUPR,” jelasnya.

Nurrahmani menegaskan, pembahasan akan terus dilakukan untuk mematangkan konsep revitalisasi agar sesuai kebutuhan pedagang dan kondisi pasar. 

Baca juga: Pasar Segiri Samarinda akan Direhabilitasi Total, Rencana Dibangun 2 Lantai

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved