Satu Rakit di Sungai Sangatta Maksimal Ditumpangi Enam Sepeda Motor
Curah hujan tinggi di Sangatta beberapa hari terakhir mengakibatkan debit sungai Sangatta meningkat.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Curah hujan tinggi di Sangatta beberapa hari terakhir mengakibatkan debit sungai Sangatta meningkat. Dusun Masabang yang berada di bantaran Sungai Sangatta pun digenangi air sejak Rabu (21/1/2015) pagi.
Akibat banjir ini, sarana transportasi rakit yang menghubungkan Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan sulit beraktivitas. Dari 6 jalur rakit, yang diistilahkan warga sekitar "ponton", hanya satu jalur yang beraktivitas. Jalur tersebut tepat berada di depan kantor Syahbandar Sangatta.
Petugas Keselamatan Kantor Syahbandar Sangatta, Deskavianus D, mengatakan sebenarnya sarana transportasi sungai tersebut tidak sepenuhnya aman. (BACA: Sungai Sangatta Meluap, Dua Unit Rakit jadi Sarana Transportasi Darurat)
"Kalau dikatakan safety tidak juga. Namun akibat banjir ini, aktivitas warga terhambat. Banyak orang yang terlambat bahkan tidak bisa bekerja. Jadi ponton ini difungsikan darurat," katanya.
Karena arus sungai yang deras, setiap rakit, yang biasanya ditumpangi sembilan sampai sepuluh unit sepeda motor, kali ini dibatasi hanya enam unit sepeda motor. "Selain itu, kami meminta pengelola menyiapkan life jacket," katanya.
Pantauan Tribunkaltim.co, terdapat enam buah life jacket yang diletakkan di kedua rakit tersebut. "Jaketnya sudah disiapkan pengelola. Digunakan hanya dalam kondisi banjir," kata pengelola ponton, Ridwan Noor.
Pihaknya mengatakan sebenarnya juga khawatir akan kondisi arus sungai yang deras. "Ya khawatir juga. Tapi kan warga butuh agar bisa menyeberang. Kami lebih hati-hati. Mesin yang digunakan juga masih baru," katanya.
Ridwan mengakui beberapa tahun lalu sempat terjadi insiden di jalur penyeberangan tersebut. "Ponton yang membawa beberapa penumpang hampir tenggelam. Untungnya terbawa arus ke tepi sungai. Semuanya selamat," katanya. (*)