Akbar Faizal Berapi-api Sebut Prabowo dan Jokowi tak Mesti Satu Bahasa, Kapitra Ampera Sindir Nasdem
Akbar Faizal juga menilai tak perlu ada rekonsiliasi antara Presiden terpilih Jokowi dan mantan capres 02 Prabowo Subianto setelah Pilpres 2019
TRIBUNKALTIM.CO - Akbar Faizal Berapi-api Sebut Prabowo dan Jokowi tak Mesti Satu Bahasa, Kapitra Ampera Sindir Nasdem
Politisi Partai Nasdem, Akbar Faizal mengatakan saat ini ada kenaifan politik yang terjadi.
Akbar Faizal juga menilai tak perlu ada rekonsiliasi antara Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan mantan capres 02 Prabowo Subianto setelah Pilpres 2019 selesai.
Dilansir TribunWow.com, hal itu diungkapkan Akbar Faizal saat menjadi narasumber dalam acara 'Indonesia Lawyers Club' yang diunggah dalam kanal Youtube Indonesia Lawyers Club, pada Selasa, (30/7/2019).
Mulanya Akbar Faizal merasa ada kenaifan politik yang sedang terjadi.
"Sebenarnya apa yang terjadi para ruang politik kita hari ini, mohon izin kalau saya harus mengakuinya. Mau katakan saya politisi yang naif, monggo," ujar Akbar Faizal.
"Saya mungkin naif, tetapi saya mencoba menterjemahkan apa yang saya pahami tentang politik. Hari ini politik kenaifan terjadi."
Ia lantas meminta maaf kepada narasumber sesama koalisi yang hadir, politisi PDIP Ria Latifa dan juga Kapitra Ampera.
"Saya mohon maaf, Bu Ria Latifa sahabat saya di Komisi III dan Pak Kapitra Ampera juga yang masih di 212," paparnya.
• Musuh Bebuyutan saat Debat, Siapa Sangka Rocky Gerung dan Akbar Faizal Bisa Sekompak Ini
• Mengamuk Usai Berseteru dengan Akbar Faizal, Jonru Unggah Ketakutannya di Facebook
• Akbar Faizal Mengaku Dilarang Stasiun Televisi Ungkap Keburukan dan Tipuan Rocky Gerung
• Dikatakan tak Bisa Jelaskan ke Akbar Faizal Tentang Fiksi, Rocky Gerung Buat Pengakuan Begini
Dirinya mengakui tak memahami mengapa rekonsiliasi harus terlaksana.
"Saya tidak cukup punya kemampuan untuk memahami bagaimana apa yang terjadi di politik kita diterjemahkan dengan bahasa rekonsiliasi. Apa yang mau direkonsiliasi?" tanyanya.
"Membangun bangsa itu tidak harus satu bahasa kita. Perbedaan itu adalah bagian dari membesarkan sebuah bangsa."
"Saya tidak percaya kepada satu warna itu membuat indah sebuah lukisan. Garis dan warna yang membuat itu berbeda. Yang saya ingin katakan adalah ini adalah tetaplah di luar garis atau di wilayah garis itu. Bahwa oposisi tidak ada di konstitusi kita iya, tapi kan itu hanya penamaan saja," saran Akbar Faizal.
"Tadi Fahri Hamzah menjelaskan dengan elegan apa yang menyangkut yang saya gambarkan ini. Karena bagi saya pribadi, tentang jejak digital itu ada banyak hal".
Menurut Akbar Faizal ada satu hal yang tidak perlu disatukan.