Kanal

Mendagri Tito Karnavian dan PDIP Bentukan Megawati ibu Puan Maharani Ingin Evaluasi Pilkada Langsung

Mendagri Tito Karnavian dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto - Kolase Tribun Kaltim

TRIBUNKALTIM.CO - Mendagri Tito Karnavian dan PDIP, bentukan Megawati ibu Puan Maharani, sepakat evaluasi Pilkada langsung.

Silang pendapat mengenai positif dan negatifnya sistem Pilkada langsung masih terus terjadi.

Terutama jelang Pilkada serentak yang digelar 2020 tahun depan.

Firasat Guru Desak Putu Tiara Pembawa Baki Paskibra Meninggal Misterius, Sekolah Sempat Gelar Ritual

• Hari Pahlawan, Enam Tokoh Bakal Terima Gelar Pahlawan Nasional dari Presiden Jokowi, Ini Agendanya

• 20 Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, Cocok Dishare via WhatsApp, Instagram, Facebook, Twitter

• Najwa Shihab Dapat Tepuk Tangan Ketika Cecar Ketua TGUPP, Kemunduran Transparansi Era Anies Baswedan

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mendukung gagasan Mentero Dalam Negeri atau Mendagri Tito Karnavian mengevaluasi sistem Pilkada langsung yang menyebabkan tingginya biaya Pemilu.

Serta meningkatnya korupsi dan ketegangan politik.

"PDIP menanggapi positif gagasan Mendagri Tito Karnavian untuk melalukan evaluasi terhadap pelaksanaan sistem Pilkada langsung yang menyebabkan tingginya biaya Pemilu, korupsi, dan ketegangan politik akibat demokrasi bercita rasa liberal yang selama ini diterapkan di Indonesia," kata Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulis, Jumat (8/11/2019).

Ia menambahkan, Pilkada langsung selama ini selain berbiaya mahal, juga memunculkan oligarki baru, yakni kaum pemegang modal dan yang memiliki akses media yang luas.

Mereka yang mampu melakukan mobilisasi sumber daya modalnya, berpeluang terpilih.

Ia menilai, Pilkada langsung mengubah demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat menjadi demokrasi yang berbasis kekuatan kapital.

PDIP sendiri sejak dahulu telah menjalankan tradisi memilih pimpinan partai di semua level kepengurusan tanpa mekanisme pemilihan langsung, melainkan melalui proses musyawarah.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com

Ditolak Calon Mertua, Pria di Paser Sebarkan Video Panas Kekasihnya Berharap Direstui

Berita Populer