Nyaris Tak Ada yang Bela Sukmawati, Putri Proklamator Soekarno, Tante Puan Maharani, Ini Respon PBNU

Ketum PDIP Megawati dan adiknya Sukmawati Soekarnoputri

TRIBUNKALTIM.CO - Nyaris tak ada yang bela Sukmawati, putri Proklamator Soekarno, tante Puan Maharani, ini respon PBNU.

Seperti eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok BTP, putri Proklamator RI Sukmawati Soekarnoputri kini terlilit kasus dugaan penistaan agama.

Sukmawati Soekarnoputri, adik dari Ketum PDIP Megawati, dan tante dari Ketua DPR RI Puan Maharani nyaris sendiri menghadapi kasus dugaan penistaan agama ini.

Dilansir dari Tribunnews.com, Sekretaris Jenderal atau Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menilai pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden Soekarno adalah keliru besar.

Menurutnya, hal itu akan menimbulkan kesalahpahaman dan ketersinggungan di kalangan umat Islam.

"Pernyataan Sukmawati dalam forum tersebut sangat tidak tepat dan keliru besar. Pernyataan itu tidak kontekstual, dan tidak ada manfaatnya sama sekali," ujar Helmy melalui keterangannya, Senin (18/11/2019).

Kabar Buruk Menimpa Putri Presiden Soekarno, Saudara Megawati, Bisa Bernasib Seperti Ahok BTP

Kabar Buruk Bagi Polisi Hobi Koleksi Barang Mewah di Era Kapolri Idham Aziz dan Jokowi - Maruf Amin

• Gegara Lem Aibon 10 Kg Diungkap William Aditya PSI, M Qadari Sebut Anies Baswedan Hanya Retorika

• Nasib Kippersluis, Omid, Ini Cara Robert Rene Alberts Pilih Pemain yang Dipertahankan Persib Bandung

• Bawa 148 Penumpang, Pilot Batik Air Pingsan Sebelum Mendarat Rute Jakarta - Kupang, Ini Penyebabnya

Soekarno adalah presiden pertama sekaligus tokoh proklamator kemerdekaan RI.

Tokoh yang akrab dengan sapaan Bung Karno itu merupakan ayah dari Sukmawati.

Di sisi lain, Muhammad adalah sosok rasul terakhir dengan Alquran sebagai mujizatnya yang tidak tepat disamakan dengan manusia lainnya

"Nabi Muhammad SAW adalah sosok sebaik-baiknya contoh, manusia pilihan, sehingga tidak tepat untuk disepadankan atau dibanding-bandingkan dengan manusia lainnya," katanya.

Selain itu, Soekarno sebagai seorang muslim diketahui sebagai sosok yang juga mengagungkan Nabi Muhammad.

"Bung Karno adalah sosok yang sangat mengagumi kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW justru menjadi inspirasi besar lahirnya kemerdekaan Indonesia.

Karena Nabi mengajarkan Islam sebagai agama pembebasan, dari belenggu kelaparan dan kemiskinan," ucap Helmy.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sukmawati dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh organisasi masyarakat Forum Pemuda Islam Bima, Sabtu (16/11/2019).

Laporan terhadap Sukmawati itu dilayangkan atas nama Imron Abidin yang mewakili Forum Pemuda Islam Bima.

Kuasa hukum pelapor Dedi Junaedi mengatakan, Sukmawati dilaporkan karena pernyataannya di salah satu forum diskusi.

"Ibu Sukmawati kan sedang mengadakan forum diskusi masalah radikalisme dan terorisme.

Nah, ini beliau menyampaikan beberapa poin yang menurut kami perbuatan penistaan terhadap agama Islam," ujar Dedi ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu malam.

"Kami ini keberatan terhadap pernyataan Ibu Sukma dalam diskusi tertanggal 11 November 2019 itu yang beredar lewat video di YouTube" lanjut dia.

Pernyataan Sukmawati yang dilaporkan, yakni ketika Sukmawati membandingkan kitab suci Alquran dengan Pancasila.

Selain itu, Sukmawati juga membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno.

Dedi menyebut, pernyataan Sukmawati itu diduga telah melanggar pasal 156 a Jo pasal 28 ayat (2) terkait penodaan agama.

Bisa Bernasib Seperti Ahok BTP

Putri Presiden pertama RI, Soekarno, yakni Sukmawati Soekarno Putri yang merupakan saudara Ketum PDIP Megawati, sedang disorot publik.

Bahkan, Sukmawati terancam bernasib sama seperti eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok BTP yang menjadi terpidana kasus penistaan agama.

Sukmawati Soekarnoputri, salah satu putri proklamator Indonesia Ir Soekarno, dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penistaan agama.

Diketahui Ahok dipenjara selama dua tahun lantaran vonis pengadilan menyatakan dirinya terbukti melakukan penistaan agama.

Laporan tersebut terdaftar tanggal 15 November 2019.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan adanya laporan tersebut.

 

Pasal yang disangkakan dalam laporan itu adalah Pasal 156a KUHP tentang penistaan agama.

Pelapor menyebut diri sebagai pihak umat Islam yang merasa dirugikan atas pernyataan Sukmawati dalam sebuah acara diskusi.

Pernyataan Sukmawati diduga menistakan agama Islam.

Pelapor mendapatkan informasi terkait pernyataan Sukmawati dari internet pada 14 November 2019.

"Pelapor sebagai umat Islam menerangkan pada tanggal 14 November 2019 sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban mendapat informasi dari kerabat dan melihat langsung dari Google.com (terkait dugaan penistaan agama)," ujar Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Senin (18/11/2019).

Sukmawati disebut telah membuat pernyataan yang dinilai menghina itu saat menghadiri acara diskusi bertajuk "Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme".

Dalam diskusi itu, kata Kombes Argo Yuwono, pelapor menemukan pernyataan Sukmawati yang membandingkan jasa Nabi Muhammad SAW dan Ir Soekarno.

Saat ini, lanjut Kombes Argo Yuwono, polisi tengah menyelidiki laporan tersebut.

Tahun lalu, Sukmawati juga pernah diprotes sejumlah organisasi masyarakat (ormas) terkait pembacaan puisinya.

Puisi yang dibacakan tersebut dinilai sebagai bentuk penodaan agama.

Puisi Sukmawati Ditanggapi Ustadz Abdul Somad

Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan puisi Sukmawati yang ia bawakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018.

Aksi ini dianggap kontroversial lantaran membanding-bandingkan adzan dengan Kidung Ibu Indonesia.

Puisi dengan judul 'Ibu Indonesia' digadang-gadang sebagai karyanya sendiri.

Menanggapi hal tersebut, Ustadz Abdul Somad mengatakan,"apakah Aisyah mengenakan cadar?

Apakah isteri-isteri nabi itu juga iya?

'Wahai nabi, jika katakan pada isterimu, kepada anak-anak perempuanmu, kepada perempuan yang beriman, hendaknya mereka menurunkan kain panjang mereka'.

Bagaimana caranya?

Ditariknya kain panjang, tertutup mata kiri dan yang terbuka mata kanan waktu mau keluar rumah.

Hampir dua puluh hadist yang menyebutkan mereka untuk menutupkan muka, yang nampak cuma mata.

Gara-gara itulah Syekh Abdul Aziz di Saudi Arabia mengatakan cadar wajib.

Namun Syekh Albani mengatakan ada hadist-hadist lain yang mengatakan bahwa ada juga zaman itu yang mana wajah perempuan itu nampak.

Nah maka saya condong ke pendapat kedua yang mana cadar tak wajib.

Cadar hanya anjuran.

Kalau cadar itu wajib, kebalikannya haram.

Berarti yang tidak bercadar, hukumnya haram dong?", ujarnya.

Video yang diunggah oleh akun Media Islami ini sudah ditonton lebih dari 3 juta penonton dan menduduki peringkat pertama trending di YouTube. (*)

Berita Populer