Sebelum Tewas Dibunuh, Hakim PN Medan, Jamaluddin Sempat Datangi Wanita Ini, Begini Keterangannya

FOTO Humas PN Medan Jamaluddin semasa hidup. Sebelum Tewas Dibunuh, Hakim PN Medan, Jamaluddin Sempat Datangi Wanita Ini, Begini Keterangannya

TRIBUNKALTIM.CO - Sebelum Tewas Dibunuh, Hakim PN Medan, Jamaluddin Sempat Datangi Wanita Ini, Begini Keterangannya

Ternyata, sebelum tewas dibunuh, Hakim PN Medan, Jamaluddin sempat mendatangi seorang wanita pengacara Maimunah ( bukan nama sebenarnya ).

Begini keterangan Maimunah saat Hakim Jamaluddin memanggil dirinya di malam sebelum kematiannya.

Persib Bandung Sisakan 2 Laga, Target 5 Besar jadi Mudah Jika Hal Ini yang Terjadi

Drakor Terbaru Crash Landing On You Malam Ini 14 Desember 2019, Chemistry Hyun Bin dan Son Ye Jin

Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 14 Desember 2019, Gemini Dilimpahkan Keuntungan, Libra Mengesankan!

Gagal Juara, Masih Layakkah Robert Rene Alberts di Persib Bandung? Ini Kata Pengamat dan Bobotoh

Hakim PN Medan, Jamaluddin mendatangi rumah Maimunah Kamis malam sekitar pukul 21.35 WIB (28/11/2019).

Maimunah mengatakan, Hakim Jamaluddin memanggil dirinya di malam sebelum kematiannya.

"Dia ke rumah saya manggil-manggil saya tiga kali itu jam 9.35 WIB lah itu ketetapatan waktu acara Suratan Tangan di ANTV acara Uya Kuya itu," katanya kepada Tribun Medan, Jumat (13/12/2019), 

Maimunah yang merasa tak punya kepentingan dengan Hakim Jamaluddin tidak membukakan pintu bahkan hingga tiga kali pemanggilan.

Ternyata fakta mengejutkan terjadi yaitu Jamaluddin ternyata bukan sendirian hadir ke rumahnya melainkan bersama tiga orang lelaki berbadan tegap.

"Dia manggil tiga kali Maimunah katanya dengan logat Acehnya. Pemanggilan pertama saya pergi ke ruang tamu mengintip. Rupanya bapak itu, tapi disitu dia sudah ada kawannya, waktu itu ada bertiga," cetusnya.

"Dia kan maunggil 3 kali, panggilan ke 2 saya udah dekat ruang tamu. Sampai panggilan ke 3 saya enggak keluar di rumah aja.

Akhirnya Lepas dari Tekanan Petahana saat Pilkada, IGI Senang Jokowi Tarik Semua Guru Jadi PNS Pusat

Biaya Politik Pilkada Samarinda Rp 50 M, Pengamat Sebut Dana Besar Kandidat Terpilih Rentan Korupsi

Saya berpikir saya tidak ada berkepentingan sama bapak ini. Janji saya Jumat mau ke Kantor Pengadilan. Di malam Jumat itu perasaan saya sudah enggak enak," tambah Maimunah.

Halaman
1234