Prabowo Subianto Sebut tak Masalah Pulangkan WNI eks ISIS tapi Ada Protokolnya, Jokowi: Tidak
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan tidak ada masalah dengan memulangkan WNI eks ISIS namun protokol harus dijalankan, Jokowi : tidak
TRIBUNKALTIM.CO - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan tidak ada masalah dengan memulangkan WNI eks ISIS namun ada protokol harus dijalankan, Jokowi : tidak.
Saat ini wacana pemulangan ratusan Warga Negara Indonesia ( WNI ) eks anggota Islamic State of Iraq and Syria ( ISIS ) masih terus jadi perbincangan.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebut pemulangan WNI eks ISIS tidak ada masalah asalkan protokolnya dijalankan, namun Presiden Joko Widodo mengatakan tidak meski belum ada diputuskan melalui rapat.
Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) tidak ingin 600 WNI eks ISIS dipulangkan ke Indonesia.
Meski rencana dari pemerintah tersebut belum diputuskan, Jokowi menegaskan akan bilang tidak untuk upaya pemulangan itu.
Pembahasan lebih lanjut soal rencana tersebut akan dibahas dalam rapat terbatas ( Ratas ) dengan kementerian terkait.
• Kisah WNI eks ISIS, Berhenti Sekolah Ikut Ayah ke Suriah tak Sadar Gabung di Organisasi Teroris
• Beda Pendapat Jokowi dan Prabowo Subianto Pulangkan WNI eks ISIS, Menteri Pertahanan Punya Syarat
• Fadli Zon Sebut WNI eks ISIS Adalah Korban, Mahfud MD Dilema, Fachrul Razi Kaji Secara Cermat
• Ketegasan Jokowi Soal Pemulangan WNI eks ISIS Tak Diikuti Prabowo Subianto, Mardani: Bisa Berantakan
Dalam rapat tersebut, Jokowi akan membahas rencana kepulangan WNI eks ISIS secara detail.
Presiden Jokowi akan meminta kementerian terkait untuk mengkalkulasi dan menghitung plus-minus jika 600 WNI tersebut pulang ke Indonesia.
Jokowi menyampaikan, sampai saat ini semuanya masih dalam proses pembahasan.
"Sampai saat ini masih dalam proses pembahasan, dan nanti sebentar lagi kita akan putuskan kalau sudah dirataskan.
Semuanya masih dalam proses," imbuh Jokowi.

Sementara itu, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto tidak mempermasalahkan pemulangan WNI eks ISIS.
Namun, rencana pemulangan tersebut harus diteliti dulu oleh lembaga yang berwenang.
Ia menyebut, meneliti pemulangan WNI eks ISIS merupakan tugas Badan Intelijen Negara ( BIN ) dan kepolisian.
"Ya nanti tentunya nanti ada lembaga-lembaga yang diberi wewenang.