Kisah Mahasiswa dari China

Mahasiswa Samarinda Kelaparan di China Harga Tepung dan Telur Naik 10 Kali Lipat, Untung Ada Bantuan

Mahasiswa Samarinda Kelaparan di China Harga Tepung dan Telur Naik 10 Kali Lipat, Untung Ada Bantuan

Editor: Adhinata Kusuma
TRIBUN KALTIM/SAPRI MAULANA
Mahasiswa Samarinda Rizka Nurazizah usai bertemu dengan Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Mahasiswa Samarinda sempat kelaparan di China.

Pasalnya  harga tepung dan telur Naik 10 Kali Lipat.  Untung saja bantuan datang .

Rizka Nurazizah nampak tersenyum saat foto bersama Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang.

Rizka, bersama teman mahasiswi lainnya, bertemu walikota Samarinda Syaharie Jaang di Ruang VIP Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Senin (17/2/2020).

Sebagai informasi, Rizka baru tiba di Samarinda, Minggu (16/2/2020) lalu.

Usai dievakuasi dari China dan dilanjutkan menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna.

Usai bertemu Jaang, Tribunkaltim.co mewawancarai Rizka. Ia bercerita tentang situasi yang ia alami saat di China.

BACA JUGA

BREAKING NEWS Pulang dari Natuna, Mahasiswa Samarinda Sambangi Rumah Walikota Syaharie Jaang

Keinginan Mundur Harbiansyah Ditolak Surya Paloh, Kembali Jabat Ketua DPW Partai Nasdem Kaltim

Momen Tersulit Saat Rizka Nurazizah Masih di Hubei, Sulit Dapatkan Kebutuhan Pokok

"Saat di China, yang saya ingat semua tranportasi publik dibekukan, tidak beroperasi semua di tutup di Provinsi kami," kata Rizka.

Bahkan, saat stok makanan mulai menipis selama sepekan Rizka dan rekannya mengalami kelaparan.

Harga bahan makanan seperti tepung dan telur mengalami kenaikkan harga hingga 2 hingga 3, bahkan 10 kali lipat.

"Sempat kelaparan, kekurangan stok seminggu. Untung KBRI langsung koordinasi dan bantuan datang," ucap Rizka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved