Kanal

Penerima Bertambah, BLT II Warga Terdampak Covid-19 Disalurkan, Terbanyak di Tanjung Redeb

BLT CAIR - Bupati Berau Muharram selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menggelar pertemuan bersama OPD terkait dan para camat mengenai proses pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap kedua, Rabu (20/5/2020).

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau kembali mulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) tahap kedua kepada masyarakat kurang mampu maupun pelaku usaha kecil terdampak Covid-19.

Hal itu ditegaskan Bupati Berau, Muharram, usai mengikuti pertemuan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan camat se-Kabupaten Berau di Ruang Tangguh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau,  Rabu (20/5/2020).

Bupati Berau Muharram menjelaskan, jumlah penerima bantuan langsung tunai ini mengalami penambahan dari penyaluran yang telah dilakukan pada tahap pertama.

Penambahan ini sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan. Penambahan terbanyak di kota Tanjung Redeb. Yakni dari yang sebelumnya 3.342 keluarga menjadi 8.410 kepala keluarga.

“Penambahan ini justru terbanyaknya di kota Tanjung Redeb, penyalurannya kita usahakan dimulai hari ini (Rabu, red),” ungkapnya.

Besaran bantuan langsung tunai pada tahap kedua ini juga berbeda dengan tahap pertama yang sebesar Rp 750 ribu. Besaran tahap kedua Rp 600 ribu, ini menyesuaikan dengan besaran bantuan sosial yang disalurkan melalui alokasi APBN.

Namun bagi mereka yang baru terdata pada penyaluran tahap kedua, ditegaskan Muharram juga tetap menerima bantuan tahap pertama yang besarannya sama Rp 750 ribu ditambah Rp 600 ribu tahap kedua.

Selain itu, sesuai penetapan kriteria pemberian bantuan langsung tunai, Pemkab Berau juga memberikan BLT kepada mereka yang telah terdaftar penerima PKH dan bantuan sembako masing masing Rp 500 ribu per bulan.

Sedang masyarakat kurang mampu yang masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) non PKH dan non sembako, serta non bantuan sosial dari pusat, menerima sebesar Rp 750 ribu ditambah Rp 600 ribu.

Sementara masyarakat yang masuk dalam DTKS dan menerima BLT pusat akan mendapat tambahan Rp 150 ribu untuk satu kali. Sementara pelaku usaha kecil dan menengah menerima BLT sebesar Rp 600 ribu, dan pelaku UMKM terdmapak layak bantu sebagai penerima baru akan menerima Rp 750 ribu ditambah Rp 600 ribu.

“Jadi ada tujuh kriteria penerimaan,” ungkapnya

Proses penyaluran BLT ditahap kedua ini dikatakan Muharram, juga berbeda dengan tahap pertama yang langsung disalurkan tunai.

Pada tahap kedua penyaluran akan dikirim ke rekening bendahara di setiap kecamatan melalui kantor unit Bankaltimtara di setiap kecamatan. Selanjutnya pihak kecamatan sesuai dengan data yang ada menyalurkan langsung ke pemerintah kampung.

“Jadi tidak lagi cash, tapi dananya diamankan melalui bankaltimtara yang ada di setiap kecamatan, nanti camat yang mencairkan dan langsung di distribusikan ke lurah dan kepala kampung,” jelasnya. (adv/hms4)

Editor: Achmad Bintoro

Berita Populer