Konflik Laut China Selatan Memanas, Jubir Menhan Beber Sikap Prabowo Subianto Andai Terjadi Perang

Konflik Laut China Selatan memanas, Jubir Menhan beber Sikap Prabowo Subianto andai terjadi perang

Editor: Rafan Arif Dwinanto
PressTV
Pesawat bomber milik China melakukan berbagai latihan, khususnya di atas kepulauan buatan Feary Cross, Laut China Selatan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Konflik Laut China Selatan memanas, Jubir Menhan beber Sikap Prabowo Subianto andai terjadi perang.

Situasi konflik di Laut China Selatan belakangan memanas.

Diketahui, selain China, banyak negara yang juga mengklaim berhak atas wilayah tersebut, yakni Vietnam, Filipina, hingga Malaysia.

Jubir Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak pun mengungkap sikap yang akan diambil Indonesia jika perang terjadi di Laut China Selatan.

Juru Bicara Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Indonesia tidak akan terlibat bila konflik di Laut China Selatan berujung perang.

Hal tersebut diungkapkan menyusul memanasnya hubungan Amerika dan China beserta aliansinya di Laut China Selatan.

 Achmad Purnomo Tak Heran Andai Rekomendasi Megawati ke Gibran di Pilkada Solo, Faktor Anak Presiden

 Kemenaker Beber Harus TKA China yang Instal Smelter di Konawe, Professor Teknik Indonesia Tak Bisa

 Bukan Senjata Api, Pemukul Jarak Dekat Militer China Buat Puluhan Tentara dan Kolonel India Tewas

Pernyataan Dahnil menjawab pertanyaan peserta diskusi terkait sikap pemerintah Indonesia apabila perang terbuka terjadi di Laut China Selatan menyusul ketegangan di wilayah tersebut kian meningkat belakangan ini.

"Kita kembali kepada Undang-Undang, tentu kita tak akan terlibat dalam konflik tersebut," kata Dahnil dalam diskusi Forum Monitor Seri 4 yang diselenggarakan Monitor.id secara virtual, Kamis (18/6/2020).

Selain karena amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar yang menegaskan sikap Indonesia dalam kancah dunia yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, Dahnil juga menegaskan Indonesia sampai saat ini tidak memiliki pakta pertahanan dengan negara manapun.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa sikap Indonesia dalam hal tersebut adalah bebas aktif.

"Yang jelas, kita tidak akan jadi proksi, proksi manapun. Kita tidak punya keterkaitan dengan pakta pertahanan dimanapun. Dengan siapapun. Jadi kita bebas aktif terkait dengan itu," kata Dahnil.
Dahnil juga mengatakan hubungan ekonomi Indonesia dengan China tidak membuat sikap Indonesia menjadi terikat karena Indonesia tidak memiliki pakta pertahanan dengan China atau negara manapun.

"Kalau ada mislanya yang katakan, kan kita banyak hubungan ekonomi yang besar dengan China. Tidak ada masalah. Itu kemudian tidak membuat kita terikat dan mengikat sikap kita harus ikut China dan atau Amerika," kata Dahnil.

 Alasan Pertamina Soal Wacana Hapus Premium dan Pertalite, Nicke Widyawati: Langit Biru Saat PSBB

Potensi Konflik dengan Indonesia

Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Laksamana Madya Bakamla Aan Kurnia menilai memanasnya konflik di Laut China Selatan memiliki potensi konflik dengan Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved