Kota Bontang Miliki 21 Masjid Ramah Anak, Jadi Sarana Bermain dan Belajar

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Bontang (DPPKB), Bakhtiar Mabe

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Bontang (DPPKB), Bakhtiar Mabe mengungkapkan sebanyak 21 masjid ramah anak dimiliki Kota Bontang, Kalimantan Timur.

"Sampai saat ini ada 21 masjid yang telah mendapat SK dari Dewan Masjid Indonesia," katanya, Senin (24/8/2020).

Masjid tersebut juga di bawah binaan DPPKB Bontang, kata Mabe, pemantauan terus dilakukan pihaknya. Namun, tak bisa ditampik intensitas yang semakin berkurang gara-gara pandemi.

"Selama ini kami melakukan pembinaan. Kendalanya sekarang, ya, Covid-19. Intensitas melakukan pertemuan sangat rendah. Kita mencoba lewat zoom nanti," tuturnya.

Baca Juga: Lagi, Tarakan Sumbang 7 Kasus Positif Covid-19

Baca Juga: Update Covid-19 di PPU, Senin (24/8/2020), dari 18 Kasus Terkonfirmasi Positif, 6 Kasus Guru SMP

Lebih lanjut ia mengatakan, ada pun tujuan dari program masjid ramah anak tak lain untuk memahamkan masyarakat bahwa masjid bukan hanya sebagai tempat beribadah wajib. Jauh lebih luas, bisa jadi tempat menuntut ilmu bagi anak-anak.

"Belajar dari pengalaman seperti saya. Contoh di jaman saya, masjid itu tertutup untuk anak-anak. Alasan takmir menggangu orang salat. Kita mau merubah mindset takmir, bahwa masjid bukan hanya untuk beribadah wajib, bisa jadi sarana belajar dan bermain anak," ungkapnya.

Penyediaan sarana belajar dan bermain, jadi kunci masjid ramah anak di Bontang. Dengan begitu anak-anak bisa lebih dekat dengan kegiatan-kegiatan positif.

"Di salah satu masjid yang terapkan konsep ini di Jakarta, anak di sana bisa menghapal Al Quran. Berkat sering ke masjid. Awal-awalnya menjengkelkan juga. Anak-anak itu spiritnya bermain.

Dibuatkan tempat, untul lampiaskan keinginan bermain mereka. Lalu diselingi mengaji dan belajar agama. Di Bontang kita mau mencoba seperti itu," jelasnya.

Ia berharap masjid jadi tempat yang nyaman dan aman bagi anak-anak. Untuk mereka bermain, menuntut ilmu dan mengeluarkan ekspresinya.

"Sebelum covid kita intens kunjungi masjid. Pertemuan di sana, berbagi ilmu dan pengalaman," ucapnya. (*)

Baca Juga: Pasca Kepala Dinas Damkar PPU Meninggal Akibat Corona, 24 Pegawainya Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Samarinda, Pasien Positif Covid-19 Sudah Ada 37 Pemakaman Jenazah

Berita Populer