Dandim Berani Larang Rombongan Jenderal Purnawirawan, Rocky Gerung Beber Keanehan, Begini Analisanya

Rocky Gerung Official Rocky menyebut ada keanehan dibalik keberanian Kolonel Ucu menghadang para jenderal tersebut.

Editor: Doan Pardede
Warta Kota/Feryanto Hadi
Momen Gatot Nurmantyo berdebat dengan Dandim Jakarta Selatan 

TRIBUNKALTIM.CO - Aksi Dandim Jakarta Selatan, Kolonel Inf Ucu Yustia menghadang mantan panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan sejumlah Purnawirawan saat berziarah ke taman makan pahlawan Kalibata beberapa Rabu lalu mendapat komentar dari Pengamat politik Rocky Gerung.

Dalam videonya di akun YouTube Rocky Gerung Official Rocky menyebut ada keanehan dibalik keberanian Kolonel Ucu menghadang para jenderal tersebut.

Salah satunya, menurut Rocky adalah Dandim telah mengambil alih kewenangan polisi.

Seharusnya, kata Rocky Gerung, penertiban aktivitas tersebut merupakan tugas polisi.

AKSI Purnawirawan TNI di TMP Kalibata Buat Kecewa, Agum Gumelar Beri Pesan Khusus ke Gatot Nurmantyo

• Kedatangan Gatot Nurmantyo di TMP Kalibata Disambut Bentrok Antara Pengunjuk Rasa dan Peziarah

• TERKUAK Sosok Polisi yang Bubarkan Acara KAMI & Stop Pidato Gatot Nurmantyo, Bukan Orang Sembarangan

• TAK-MAIN-MAIN! Terkuak Alasan Acara KAMI & Gatot Nurmantyo Dibubarkan, Mahmud MD Blak-blakan di ILC

"Seharusnya itu polisi karena itu tugas dari penertiban dan segala macam jadi ini agak aneh mengapa komandan kodim yang langsung ke situ maka analisis saya dia diperintahkan langsung untuk dia yang turun. Kan dia juga punya diskresi untuk 'mengatakan saya tahu itu wilayah saya karena itu saya akan koordinasi dengan polisi dan saya minta pak polisi yang di situ' begitu," kata Rocky,

Rocky memaklumi adanya kegalauan yang dirasakan Kolonel Ucu dalam menerima perintah tersebut.

"Bayangkan waktu beliau pulang pasti beliau mau menerangkan itu kepada para purnawirawan karena dianggap kurang etis lah ada bawahan, ini kan bintang 4 semua," kata Rocky.

“Apalagi kalau komandan kodim satu komunitas misalnya Kopassus atau Kostrad baretnya sama. Jadi beliau sebetulnya kalau saya analisis cuman dua antara menegakkan perintah dan berupaya untuk memberi hormat kepada purnawirawan itu,” ujarnya.

Kronologi

Rombongan peziarah yang terdiri dari para purnawirawan TNI dan massa pengikutnya sempat tak bisa masuk ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Pancoran, Jakarta, Rabu (30/9/2020) sore.

• DAMPAKNYA Serius, Aksi Najwa Shihab Wawancara Kursi Kosong Terawan Disesalkan, Cederai Citra Positif

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved