Virus Corona di Bontang
Beberapa Tenaga Kesehatan tak Berani Divaksin, Ketua IDI Bontang Sebut Pemerintah Kurang Sosialisasi
Sejumlah tenaga medis di Kota Bontang, Kalimantan Timur, belum bersedia di suntik vaksin Corona atau covid-19
Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Sejumlah tenaga medis di Kota Bontang, Kalimantan Timur, belum bersedia di suntik vaksin Corona atau covid-19.
Mereka masih belum mengetahui efek samping yang ditimbulkan usai di suntik vaksin.
Iya kami belum siap. Masih takut, karena enggak tau apa efek sampingnya. Logikanya, kanker sama HIV aja sampai sekarang belum ada vaksinya," katanya salah satu tenaga medis di rumah sakit swasta di Bontang yang tak mau disebutkan namanya pada Kamis (7/1/2021).
Kok corona yang baru setahun terkahir sudah bisa ada vaksinnya," ujarnya.
Baca juga: NEWS VIDEO Demi Masyarakatnya, Plt Bupati Bulungan Ingkong Ala Siap Divaksin Covid-19
Baca juga: Virus Corona Pecah Rekor, Indonesia Siap-Siap Lockdown, Jokowi: Jangan Sampai Ada Lonjakan Drastis
Baca juga: Rekor Baru Lagi, 121 Kasus Baru Positif Covid di Balikpapan, Sopir Ambulans Ikut Terpapar Corona
Bahkan dia sebut, jika dirinya lebih baik diberikan vitamin C, ketimbang harus disuntik vaksin.
"Kalau mau ngasih dopping mending vaksin yang sudah di akui seperti vaksin influensa," ujarnya.
Sementara saat dikonfirmasi terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bontang, dr Suhardi, mengakui jika ada beberapa tenaga medis belum bersedia disuntik vaksin covid-19.
Hal itu lantaran pemerintah kurang memberikan sosialisasi terhadap kandungan dan efek samping terkait vaksin sinovac yang rencananya akan di suntikan pada tenaga kesehatan.
Baca juga: Update Covid-19 PPU, Kasus Covid-19 Tambah 5 Orang Total Capai 400 Kasus
Baca juga: Nunukan Masuk Zona Merah, Kasus Positif Covid-19 Bertambah 25 Orang
Baca juga: Belasan Satpol PP Balikpapan Terpapar Corona, Walikota Rizal Effendi Perintahkan WFH Diperpanjang
Apalagi hingga saat ini PB IDI juga belum mengeluarkan rekomendasi terhadap penggunaan vaksin sinovac.
Memang pemerintah kurang sosialisasi, banyak tenaga kesehatan belum mendapat informasi yang utuh.
Terus dari IDI juga memang belum ada penjelasan secara resmi.
"Jadi keterangan vaksin hanya diterima dari informasi liar. Jadi wajar ada beberapa tenaga kesehatan kurang berani divaksin," tuturnya saat dikonfirmasi Tribunkaltim.co, Kamis (7/1/2021).
Kalau untuk efek samping dari vaksin juga belum ada keterangan resmi. Namun dari pentunjuk teknis yang sempat di terbitkan, kemungkinan hanya meriang biasa, 30 menit usai disuntikan.
Baca juga: Pemkab Kutim Harap Warga Ingin Diberi Vaksin Covid-19
Baca juga: Pecah Rekor! Balikpapan Catat 106 Kasus Positif Covid-19, Tenaga Kesehatan Mulai Berguguran
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kaltara, Nihil Kasus Meninggal Dunia, Total Positif Covid-19 Capai 3.684
Tatapi juga perlu diantisipasi, karena ada juga yang namanya anafilaksi syok, kondisi dimana terjadi penurunan tensi darah dan detak jantung turun, sehingga membutuhkan penangan emergency.
"Itu resiko terbesarnya dari efek samping yang bisa saja terjadi," jelasnya.