Berita Nasional Terkini

FAKTA Temuan Komnas HAM: Usai Bentrok Dengan Anggota FPI, Polisi Ambil CCTV Tol, Hapus Rekaman Saksi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Fakta temuan Komnas HAM, usai bentrok dengan anggota FPI polisi ambil CCTV tol, hapus rekaman warga.

TRIBUNKALTIM.CO - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dengan tegas merilis fakta temuan investigasi dugaan pelanggaran HAM pada persitiwa baku tembak antara Laskar Front Pembela Islam (FPI) dengan Polisi, 7 Desember 2020 lalu.

Terdapat pelanggaran HAM pada insiden yang menewaskan 4 anggota Laskar FPI tersebut.

Dari hasil keterangan saksi yang dihimpun, Komnas HAM menyebut polisi melakukan tindakan kekerasan kepada anggota Laskar FPI sebelum akhirnya 4 orang tersebut tewas ditembak.

Komnas HAM juga mengungkap fakta lain bahwa polisi sempat memeriksa ponsel dan meminta saksi yang berada di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek menghapus rekaman saat terjadinya insiden bentrok antara polisi dan laskar FPI.

"Terdengar perintah petugas untuk menghapus rekaman dan pemeriksaan handphone," ujar Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam, saat memaparkan hasil penyelidikan Komnas HAM di kantornya, Jumat (8/1/2021).

Baca juga: UPDATE! Arah Mata Gisel di Video 5 Menit 30 Detik Disorot, Pakar Sebut Apa Kesedihan Saat Minta Maaf

Baca juga: UPDATE Jadwal Acara TV Sabtu 9 Januari 2021, Tukang Ojek Pengkolan dan Ada Ikatan Cinta di RCTI

Baca juga: Izin Penggunaan Darurat Vaksin Corona Diterbitkan BPOM, Sebelum Jokowi Divaksin, 13 Januari 2021

Baca juga: Profil Singkat dan Daftar Kekayaan 5 Calon Kapolri yang Diserahkan ke Jokowi, Siapa Paling Kaya?

Anam mengungkapkan, pemeriksaan ponsel dan permintaan menghapus rekaman kepada warga di lokasi kejadian merupakan satu dari sejumlah temuan menurut keterangan saksi saat bentrok yang berujung tewasnya enam laskar pengawal Rizieq di KM 50.

Anam juga mengungkap bahwa saksi di lokasi kejadian diberi tahu oleh aparat bahwa insiden yang terjadi saat itu terkait narkoba dan terorisme.

"Terdapat penjelasan petugas kepada khalayak di situ bahwa peristiwa ini terkait narkoba. Dan juga terdengar terkait terorisme," katanya.

Selain memerintahkan untuk menghapus rekaman kepada warga di lokasi kejadian, anggota kepolisian juga mengambil kamera CCTV di Tol Jakarta-Cikampek Km 50.

Anam mengungkapkan, pihaknya memperoleh informasi soal pengambilan kamera CCTV dari salah satu warung di rest area Km 50 tersebut.

"Kami konfirmasi di terakhir-terakhir kami melakukan pemeriksaan terhadap pihak kepolisian dan diakui itu (kamera CCTV) diambil," kata Anam.

Baca juga: LENGKAP Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 Halaman 21 22 25 26 27 Buku Tematik Menuju Masyarakat Sejahtera

Baca juga: UPDATE Cara Klaim Token listrik Gratis PLN Januari 2021 Lewat Login www.pln.co.id/stimulus.pln.co.id

Kepada Komnas HAM, polisi mengaku mengambil kamera CCTV tersebut secara legal.

"Sehingga, nanti kita tunggu kalau ini menjadi pembuktian di proses pengadilan," ucap dia.

Selain keterangan itu, Anam menyebutkan saksi Komnas HAM mengungkap bahwa terdapat dua orang yang diduga telah meninggal di lokasi kejadian.

Halaman
1234

Berita Terkini