Bantuan Sosial
Cukup Bawa 7 Berkas, BLT UMKM Rp 2,4 Juta Bisa Cair, Cek Status Penerima di eform.bri.co.id/bpum
Hanya tinggal membawa 7 berkas, pendaftaran bisa diproses dan berpeluang mendapatkan dana senilai Rp 2,4 juta,
TRIBUNKALTIM.CO - Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM dipastikan diperpanjang di tahun 2021.
Para pelaku UMKM masih berkesempatan untuk mendapatkan bantuan senilai Rp 2,4 juta.
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara offline.
Hanya tinggal membawa 7 berkas, pendaftaran bisa diproses dan berpeluang mendapatkan dana senilai Rp 2,4 juta.
Sementara untuk memastikan masuk sebagai penerima bisa dilakukan secara online.
Tinggal klik eform.bri.co.id/bpum dan ikuti petunjuk yang ada di dalamnya.
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) akan melanjutkan program bantuan langsung tunai (BLT) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tahun 2021.
Pihak Kemenkop UKM kembali mengusulkan program BLT UMKM senilai Rp 2,4 juta untuk diperpanjang pada tahun 2021.
BLT UMKM diberikan pemerintah sebagai salah satu upaya meringankan dampak ekonomi akibat wabah virus corona bagi para pelaku usaha kecil.
"(Kemenkop) sedang mengusulkan (BLT UMKM) untuk dilanjutkan (pada 2021)," kata Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman saat dihubungi Kompas.com, Senin (28/12/2020).
Baca juga: Akses Link E Form BRI CO ID untuk Cek Bantuan UMKM BRI Rp 2,4 Juta dan Cara Mendapatkan Bantuan UMKM
Baca juga: Segera Siapkan Syarat Tambahan, Pendaftaran BLT UMKM Segera Dibuka, Target Penerima Bertambah
Hanung menjelaskan, pihaknya telah melakukan permohonan kepada pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait perpanjangan bantuan bagi pelaku UMKM tersebut.
"Harapan kami tentunya di awal-awal semester pertama sudah tuntas," ujar dia.
Target Penerima
Mengenai target penerima bantuan, Hanung menyebutkan, pihak Kemenkop UKM mengusulkan jumlah penerima sama dengan tahun 2020 yaitu 12 juta pelaku UMKM.
"Kalau kita mengajukan sama dengan tahun ini, karena perkiraan (informasi dari salah satu penelitian) yang belum bankable itu 22 juta (pelaku UMKM)," ujar Hanung.