Info BMKG
Awan Stratokumulus Terlihat dari Perairan Pulau Derawan Berau, BMKG Angkat Bicara
Masyarakat Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, merasa resah dengan munculnya awan.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Masyarakat Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, merasa resah dengan munculnya awan yang dianggap cukup aneh tersebut.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dhany Chadi, seorang pekerja pariwisata di Pulau Derawan, lantaran mengakui baru kali pertama melihat awan yang terbentang menyerupai gumpalan besar putih.
Banyak melakukan mobilitas di perairan laut, beberapa nelayan juga pekerja seperti dirinya khawatir akan terjadi angin kencang, maupun hujan lebat. Hal itu bisa jadi menyebabkan gelombang tinggi dan menghalau mobilitas mereka.
“Baru kali ini melihat awan seperti itu, takut juga lumayan. Kebetulan masih di atas speedboat kan,” ungkapnya kepada TribunKaltim.co, Selasa (10/8/2021).
Baca juga: Pemkab Berau Songsong Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Tahun 2022
Dia menjelaskan, memasuki bulan Agustus, memang cuaca angin kencang serta hujan tinggi sering terjadi. Menurutnya, tiap tahun di bulan ini, gelombang jauh lebih tinggi. Tentunya mengganggu sedikit kegiatan yang bersentuhan langsung dengan laut.
Tetapi, tidak begitu mengganggu untuk mobilitas penjemputan tamu di dermaga Tanjung Batu, lantaran sebelumnya PPKM Level 4 tidak banyak akses masuk ke Pulau Derawan.
“Takut sih dengan awan seperti itu, sekitar 2 sampai 3 jam kondisinya sama, kami tidak ada peringatan juga dari pihak berwenang,” katanya.
Mendengar laporan tersebut, pada kesempatan yang berbeda, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, Tekad Sumardi menjelaskan, awan itu disebut awan stratokumulus.
Nama itu berasal dari bahasa latin yaitu stratum yang berarti lapisan dan cumulus artinya gumpalan. Kemunculannya bisa disebabkan adanya penguapan dan belokan angin, atau perlambatan di daerah tersebut.
Baca juga: BMKG Berau Prediksi Kecamatan Kelay dan Segah Berpotensi Hujan Sore hingga Malam
Tekad mengakui, kemunculan awal tersebut tidak berpengaruh pada pertanda apapun, itu sangat wajar terjadi apalagi Pulau Derawan daerah yang dikelilingi oleh lautan luas.
Tidak hanya di perairan Kalimantan Timur, awan tersebut dalam beberapa pekan terakhir muncul di pelbagai wilayah Indonesia, tak terkecuali Berau.
Lebih lanjut, Tekad menjelaskan awan stratokumulus tersebut merupakan jenis awan dalam kategori rendah.
Objek itu mempunyai bentuk seperti gulungan dengan warna yang bervariasi, dari abu- abu hingga putih cerah ini terdapat bagian-bagian yang memiliki celah terang dari sinar matahari.
Baca juga: BMKG Berau Sebut Puncak La Nina di Januari Hingga Awal Februari, Warga Kaltim Diminta Selalu Waspada
Awan cumulus sendiri merupakan awan yang bergumpal dengan bentuk dasarnya adalah horizontal. Sementara awan stratus merupakan awan yang tipis dan tersebar luas dan menutupi langit secara merata.
“Tidak perlu khawatir, itu hal yang biasa. Kalau gelombang memang cenderung tinggi, masyarakat baiknya waspada ya,” tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/perairan-laut-di-pulau-derawan.jpg)