Berita Kukar Terkini

Inafis Polres Kukar Sebut Kebakaran di Ponpes Al Mahsyar Nurul Iman Karena Konsleting Listrik

Penulis: Aris Joni
Editor: Samir Paturusi
Tim Inafis Polres Kukar saat melakukan olah TKP di lokasi kebakaran Pondok Pesantren Al Mahsyah Nurul Iman, Kecamatan Tenggarong Seberang.TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG- Tim inafis Polres Kukar memastikan penyebab kebakaran di gedung lantai dua asrama santri Pondok Pesantren Al Mahsyah Nurul Iman, Kecamatan Tenggarong Seberang pada Selasa malam, (31/8/2021) dikarenakan konsleting listrik.

Hal itu diungkapkan, Kaur Inafis Satreskrim Polres Kukar, Aiptu Dian Heri Wahyudi usai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Rabu (1/9/2021).

Dikatakan Dian, dalam proses olah TKP tersebut pihaknya menemukan banyak masalah diinstalasi listrik pada ruangan tersebut.

Dimana, pihaknya menemukan sekitar 20 titik gangguan instalasi, bahkan pada ruangan itu tiap kasur didapati sambungan terminal listrik yang digunakan oleh santri.

“Kita banyak menemukan kabel yang semestinya tidak digunakan dengan kapasitas yang besar dan kita juga menemukan adanya kabel serabut yang tipis,” jelasnya.

Baca juga: Soal Kebakaran di Asrama Santri, Ini Kata Humas Ponpes Al Mahsyar Nurul Iman Tenggarong Seberang

Menurut dia, hal tersebut dikarenakan minimnya pengetahuan para santri terkait kelistrikan dan juga minimnya pengawasan dari pembina ponpes terkait aktivitas santri.

“Jadi kurangnya juga kontrolan terhadap santri,” katanya.

Tak hanya itu ungkap Dian, dirinya juga menemukan sekitar 12 unit kipas angin dengan berbagai ukuran dalam ruangan tersebut.

“Terus ada juga mata terminal, bukan cuma terminal listriknya aja, tapi juga ada mata terminal yang dipakai. Ada yang tiga sampai lima mata terminalnya, itu juga bisa jadi salah satu pemicu,” pungkasnya.

Ia menambahkan, gedung dua lantas tersebut memiliki delapan pintu yang masing-masing lantai berisi empat pintu.

Baca juga: Kebakaran di Pesantren Al Mahsyar Nurul Iman Tenggarong Kukar, 3 Santri Pingsan

Namun yang dipakai untuk kamar santri hanya di lantai dua saja.

“Jadi terbakarnya di lantai dua, ada satu ruangan terbakar habis dan dua rusak ringan,” tutupnya. (*)