Mata Najwa

Di Mata Najwa, Taufik Hidayat Sentil LADI, Tugas Atlet Bertanding, Nggak Gampang Menaikkan Bendera

Penulis: Justina
Editor: Amalia Husnul Arofiati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Taufik Hidayat di acara Mata Najwa dalam kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (20/10/2021).

TRIBUNKALTIM.CO - Perbincangan seputar gagalnya bendera Merah Putih di podium Thomas Cup 2020 jadi bahasan tema Mata Najwa, Rabu (20/10/2021). 

Episode Mata Najwa, Rabu (20/10/2021) judul yang dipilih yaitu Servis Manis Bulutangkis yang menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, DPR RI, perwakilan mantan atlet.

Di antara perwakilan atlet yang hadir di studio Mata Najwa bersama dengan Najwa Shihab, ada Taufik Hidayat dan Candra Wijaya.

Di Mata Najwa, Taufik Hidayat dan Candra Wijaya mengungkapkan rasa kecewanya lantaran bendera Merah Putih tidak berkibar di Thomas Cup.

Larangan Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih di event olahraga adalah sanksi yang diberikan World Anti-doping Agency ( WADA ) kepada Lembaga Anti Doping Indonesia ( LADI ). 

Bukan hanya Thomas Cup, jika sanksi WADA belum dibatalkan, maka larangan masih terus berlanjut.

Di Mata Najwa, Taufik Hidayat, mantan atlet Badminton Indonesia, peraih medali emas Olimpiade Athena ini menyoroti kinerja LADI hingga Indonesia terkena sanksi WADA.

Indonesia mencetak sejarah baru mengembalikan Piala Thomas setelah 19 tahun.

Sayangnya, bendera Merah Putih dilarang dikibarkan di Ceres Arena, Aarhus, Denmark.

Baca juga: Taufik Hidayat Trending di Twitter, Kritik LADI, Menpora, KONI, dan KOI: Bikin Malu Indonesia

Baca juga: TAK TINGGAL DIAM di Mata Najwa, Mantan Ketua LADI Bantah Sanksi WADA karena Bawaan Pengurus Lalu

Baca juga: BUKAN LOBI ATAU NEGOSIASI, Mantan Ketua LADI Beberkan Solusi di Mata Najwa agar Sanksi WADA Dicabut

Sebagai gantinya, bendera Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia ( PBSI ) yang dinaikkan di podium Thomas Cup 2020. 

Halaman
1234