Berita Mahulu Terkini
Dinkes Mahulu Catat Tiga Orang Suspect Leptospirosis
Dinkes Mahulu mencatat ada tiga orang di Kampung Ujoh Bilang yang suspect leptospirosis.
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat ada tiga orang yang suspect leptospirosis di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Ketiga kasus terindikasi terjangkit leptospirosis itu ditemukan di Kampung Ujoh Bilang.
Hal itu disampaikan Koordinator Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mahulu, Aziz Khoiri usai sosialisasi leptospirosis.
Sosialisasi ini digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mahakam Ulu di Balai Pertemuan Umum (BPU), Senin (13/11/2023).
"Terkait dengan leptospirosis yang lagi ramai ini, kita kemarin memang ada suspect tiga. Tapi itu hanya suspect, setelah kita periksa ternyata hasilnya memang negatif," katanya.
Baca juga: Tindak Lanjut Penemuan Leptospirosis, BPBD Mahakam Ulu Gelar Sosialisasi
Baca juga: DLH Mahakam Ulu Paparkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis RPJPD
Baca juga: Meski Turun Hujan, Siswa di Long Bangun Mahakam Ulu Tetap Semangat Ikut Senam Dalam Rangka HKN
Dari tiga suspect tersebut, lanjutnya, hasilnya menyatakan negatif terkena penyakit leptospirosis.
"Hanya dari pemeriksaan yang memang membawa penyakit itu ada dua yang positif," ujarnya.
Namun untuk mencegah adanya kasus yang sama, maka pihak dari Dinas Kesehatan dengan sigap melakukan sosialisasi dan pemeriksaan ke tempat pasien.
"Yang sudah kita lakukan, kita adakan sosialisasi ke lokasi tempat si pasien itu, pemeriksaan si pasien itu dengan menggunakan air didih," tuturnya.
Baca juga: Wakil Bupati Mahakam Ulu Sebut Peningkatan Sarana Pendidikan Penting Dorong Tingkatan Mutu
Selain itu, Dinkes juag melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.
"Berikutnya sosialisasi ke SD, SMP dan SMA, ke sekolah-sekolah," imbuhnya.
Termasuk, turut serta dalam sosialisasi yang digelar BPBD guna mencegah terjadinya penyakit leptospirosis.
"Kebetulan juga BPBD mengundang kami, jadi ini kita bisa sosialisasi ke masyarakat, petinggi dan aparat supaya nanti kita semua tahu bahwa penyakit ini ada di sekitar kita. Kita juga tahu bagaimana cara pencegahan pengendalian penyakit itu," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20231114_-Koordinator-Bidang-Pencegahan-dan-Pengendalian-Dinas-Kesehatan-Mahakam-Ulu-Aziz-Khoiri.jpg)