Berita Balikpapan Terkini
SPBU di Graha Indah Balikpapan Bikin Meradang, Warga Minta Pertemuan dengan Pemiliknya
Pembangunan SPBU di Graha Indah Balikpapan tersebut terus berjalan hingga akhirnya rampung tanpa ada komunikasi dengan warga.
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ketua RT 65 Graha Indah, Susanto, hanya bisa garuk-garuk kepala melihat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang baru saja berdiri di Jalan MT Haryono, Graha Indah, Balikpapan Utara, Kota Balikpapan.
Pembangunan SPBU tersebut terus berjalan hingga akhirnya rampung tanpa ada komunikasi dengan warga.
Susanto praktis merasa keberatan akibat tidak ada koordinasi.
Pengamatan kasat mata, bangunan fisiknya sudah berdiri sempurna. Di dalamnya ada 6 dispenser dengan masing-masing terdapat 3 nozzle.
Meski seperti sudah siap, SPBU tersebut belum beroperasi, setidaknya hingga Senin (1/7/2024). Tampak masih ada seng biru dan garis pembatas berwarna kuning lis hitam pertanda larangan masuk.
Susanto bersama 800 KK yang bermukim di Jalan MT Haryono, Gang Tumaritis, pun kebingungan melayangkan protes. Pasalnya pihaknya tidak pernah bertemu dengan pengelola SPBU.
Baca juga: Dishub Pasang Barrier Atasi Kemacetan di Simpang SPBU Gatot Subroto Samarinda
Baca juga: 2 Kali Bobol SPBU di Graha Indah Balikpapan, Pelaku Gasak Rp135 Juta dan Kini Dibekuk Polisi
"Tidak ada dan tidak pernah pihak SPBU menghubungi kita baik RT maupun warga RT 65," kata Susanto, Minggu (30/6/2024).
Ia menyoroti potensi gangguan kenyamanan yang ditimbulkan oleh SPBU tersebut, terutama karena jarak yang sangat dekat dengan akses warga Gang Tumaritis, hanya dipisahkan tembok. Sementara dengan pintu masuk komplek Grand City hanya berkisar 100 meter.
Sehingga dampak yang dikhawatirkan adalah kemacetan, terutama di daerah rawan macet seperti Jalan MT Haryono di area persis median badan jalan menurun dari RSKD Balikpapan.
Menurutnya, akses warga hanya satu-satunya melalui Gang Tumaritis. Jika sudah terjadi kemacetan, Susanto beranggapan, mobilitas warga dipastikan tersendat.
"Bila ada antrian 2 mobil saja, pandangan tertutup dari arah RSUD Kanudjoso, dan diperparah dari RSUD jalan menurun sehingga kecepatan kendaraan dari atas pasti agak kencang," tambah Susanto.
Ia menekankan, protes ini bukan untuk menyetop operasional SPBU, melainkan untuk meminta pihak SPBU berkomunikasi dengan warga guna mengatasi potensi masalah yang akan timbul saat SPBU beroperasi.
"Sebelumnya ada pertemuan sama Lurah, dan memang kuncinya adalah bertemu dengan pihak pengelola SPBU," tandasnya.
Dihubungi terpisah, Ketua LPM Graha Indah, Shidiq Nur Alam, menyampaikan dukungannya terkait penambahan jumlah SPBU di Balikpapan.
Namun senada Susanto, ia menekankan pentingnya koordinasi teknis dengan warga setempat.
| Harga LPG Non Subsidi Melonjak, Pedagang di Balikpapan Akui Pembeli Sempat Protes |
|
|---|
| Minim Sumber Air Baku, IKA Unhas Balikpapan Dorong Disiapkan Solusi Jangka Panjang |
|
|---|
| Tiket Pesawat di Balikpapan Sempat Alami Kelangkaan, Bandara SAMS Sebut Adanya Lanjutan Arus Balik |
|
|---|
| Harga LPG Non Subsidi Naik, Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyesuaian Sesuai Kondisi Pasar |
|
|---|
| Andalkan Waduk, Potensi Desalinasi Air Laut Jadi Solusi untuk Ketahanan Air di Balikpapan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240701-SPBU-baru-di-Jalan-MT-Haryono-Graha-Indah.jpg)