Berita Berau Terkini
Kendaraan Bermotor Sumbang 60 Persen Emisi di Berau, Pemkab Bakal Galakkan Program Blue Sky
Kendaraan bermotor sumbang 60 persen emisi di Berau, pemerintah daerah bakal galakkan program Blue Sky.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Indeks kualitas udara Kabupaten Berau hingga Juli 2024 masih menunjukkan tren positif.
Kendati demikian pencemaran udara akibat emisi karbon yang dihasilkan kendaraan bermotor masih besar, yakni mencapai 60 persen.
"Kita khawatirkan itu pengguna motor yang paling banyak di daerah perkotaan. Dan itu penghasil emisi karbon sekitar 60 persen. Kalau kebakaran lebih sedikit," ungkap Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada DLHK Berau, Ida Ayu kepada TribunKaltim.co, Jumat (9/8/2024).
Menurutnya, pencemaran udara akibat emisi karbon harus dilakukan pencegahan.
Salah satunya melalui Blue Sky, di mana program ini telah dijalankan dinas terkait pada tahun lalu.
Baca juga: 2 Remaja di Berau Curi 7 Sepeda Motor, Pelaku Jatuh saat Dikejar Polisi
Ia menilai Blue Sky menjadi salah satu program efektif untuk mengurangi pencemaran udara tersebut.
"Untuk program Blue Sky tahun ini masih dibuatkan perbup. Nanti kita wacanakan dibuatkan kembali car free day, gerakan menanam pohon, jalan santai, dan sebagainya," jelasnya.
Sementara terkait car free day, lanjut Ida, pihaknya berupaya melakukan koordinasi dengan pihak ketiga dan perusahaan.
Pihaknya berencan membuat kebijakan atau program wajib bersepeda dua atau tiga kali sebulan.
"Di samping itu, tanam pohon. Tahun ini ada juga, tapi kami belum tahu lokasinya. Kami masih berkoordinasi dengan BP-DAS Kaltim dan itu penanaman tidak sembarangan. Kalau di daerah APL bisa, tapi KBK tidak bisa. KBNK baru bisa," imbuhnya.
"Jumlah pohon yang ditanam juga saya belum tahu. Anggaran kita belum turun, itu nanti DBHDR. Kami masih lebih dulu mencari lokasinya. Tapi mungkin tidak sebanyak tahun kemarin," sambungnya.
Baca juga: Silpa Kabupaten Berau Tahun 2023 Capai Rp 569,8 M, Bupati Sri Juniarsih Minta OPD Kerja Maksimal
Tahun lalu, DLHK Berau melakukan penanaman pohon di dua lokasi, yakni di Kampung Melati Jaya dan Labanan Jaya.
Di Melati Jaya, jumlah pohon yang ditanam mencapai 8.250 pohon di atas lahan seluas 41 Ha.
Sedangkan di Labanan Jaya dengan luas lahan 30 Ha, jumlah pohon yang ditanam sebanyak 3.000 pohon.
"Dan salah pohon yang bagus itu mangrove. Mangrove dibandingkan dengan pohon biasa, penyerapannya 1:3. Kenapa kita dapat dana karbon? Karena mangrove kita masih banyak. Mari kita sama-sama pertahankan mangrove Berau," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240809_Ilustrasi-kendaraan-bermotor.jpg)